1. BANDUNG
  2. KOMUNITAS

Suka naik bus Damri ? Wajib gabung di komunitas ini

Tak hanya di Bandung, komunitas ini juga ada di beberapa kota besar lainnya.

Komunitas Pecinta Damri. ©2015 Merdeka.com/Dian. ©2015 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Jum'at, 04 Desember 2015 15:23

Merdeka.com, Bandung - Mendengar kata bus Damri, sebagian orang masih mengidentikkannya dengan kata pengap, panas, kotor, knalpot berdesak desakan"ngebul" dan beragam istilah lainnya. Di balik itu semua rupanya alat transportasi milik pemerintah yang telah ada sejak puluhan tahun lalu ini masih menjadi kebanggan masyarakat.

Buktinya ada komunitas pecinta Damri di dalamnya merupakan orang-orang sangat peduli dengan alat transportasi ini. Komunitas ini bernama Pecinta Damri Community (PDC).

PDC awalmya didirikan oleh Widiondono Budiman pada 22 Januari 2011 di Jakarta. Widiondono sehari-hari biasa menggunakan bus Damri kemudian membuat sebuah grup di Facebook. Rupanya banyak juga masyarakat memiliki ketertarikan yang sama terhadap alat transportasi tersebut.

Keberadaannya kemudian merambah ke kota-kota lain di Indonesia dan salah satunya Bandung. Di akhir tahun 2012 maka terbentuklah PDC regional Bandung.

"Kami sifatnya nasional ada di beberapa kota kota besar seperti Solo, Surabaya, Makassar. Namun untuk homebase tetap di Jakarta. Karena eksitensi dan partisipasi masyarakat dari Bandung juga banyak akhirnya terbentuklah PDC regional Bandung," ujar Ketua Konunitas Pecinta Damri Community (PDC) Regional Bandung Anjar Asmara saat berbincang dengan merdeka.com di Pool Damri Bandung, Jalan Kebon Kawung, belum lama ini.

Ada beragam kegiatan dilakukan oleh komunitas ini selain tentunya menggunakan moda transportasi. Setiap akhir pekan mereka sering berkumpul untuk mendiskusikan berbagai hal tentang bus Damri. Baik soal pelayanan, kenyaman, pengalaman naik Damri, hingga komplainan dari masyarakat.

Komunitas ini memiliki sejumlah akun media sosial yang dijadikan wadah untuk berbagi tentang segala hal mengenai bus Damri antar sesama anggota grup. Mereka menjadikan media sosial untuk menjembatani antara masyarakat dengan manajemen Damri.

"Jadi misalnya ketika ada keluhan dari masyarakat dapat langsung disampaikan kepada pihak manajemen Damri via media sosial, karena kebetulan pihak manajemen juga join di grup kami," kata Anjar yang juga Mahasiswa UPI Jurusan PGSD ini.

Tak hanya itu, anggota komunitas ini juga kerap diajak untuk mencoba bus-bus Damri yang baru dioperasikan (joy ride). Tak hanya di Bandung saja, mereka diajak untuk mencoba bus Damri di kantor pusatnya di Jakarta.

Tak sekadar jalan-jalan, komunitas ini juga aktif memberi masukan kepada pihak manajemen Damri jika ada sesuatu yang dirasa kurang memuaskan.

"Waktu itu pernah ada bus Damri jurusan Alun alun - Ciburuy yang baru dioperasikan. Kondisinya saat itu interiornya kurang rapi. Lalu kami beri masukan kepada pihak Damrinya hingga akhirnya dirapikan. Bagian dashboardnya yang tadinya hanya dilapisin kulit diganti dengan ornamen kayu. Terus raknya dikasih peredam biar ga berisik, LCD nya juga dinyalain. Akhirnya pas dua bulan kemudian dioperasikan jadi bagus banget. Jadi keren pokonya mah," ucap Anjar.

Anggota di komunitas ini juga sering mengadakan gathering dengan para pecinta Damri dari kota lain. Salah satu kegiatannya, pada tahun 2012 anggota pecinta Damri dari Bandung dan Jakarta menggelar acara gathering di Jakarta. Mereka menggelar acara gathering di salah satu Pool Damri Trans Jakarta. Selain menjadi ajang silaturahmi antar sesama anggota juga sekaligus dengan pihak manajemen Damri pusat yang saat itu juga memang diundang ke acara.

Pada saat lebaran tiba, para anggota komunitas juga kerap dilibatkan sebagai relawan. Mereka bertugas membantu mengarahkan para penumpang.

Saat ini ada puluhan anggota di komunitas Pecinta Damri Community dengan jumlah anggota aktif 15 orang. Para anggota datang dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, pekerja swasta dan pegawai Damri sendiri.

Ada kepuasan tersendiri menjadi bagian dari komunitas ini. Selain dapat menyalurkan hobi menaiki bus, juga dapat dapat lebih mengenal seluk beluk seputar bus Damri.

"Meskipun kita bukan pegawai Damri, setidaknya bisa memberikan kontribusi melalui masukan untuk pihak manajemen Damri sendiri. Sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," ucap Ardiansyah salah seorang anggota PDC menambahkan.

Untuk lebih mengenal komunitas ini, ada beberapa akun media sosial yang digunakan. Mereka menjadikan media sosial tak hanya sebagai sarana informasi seperti informasi jadwal keberangkatan dan informasi lainnya, tetapi juga menjadi aspirasi bagi para pecinta Damri. Untuk akun Facebook yakni pecinta Damri, Fanpage facebook : pecinta damri community. Sementara untuk akun Twitter dan Instagram : @pecinta_damri.

(MH/DR)
  1. Komunitas
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA