1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Uni Eropa Perkenalkan Beragam Makanan dan Minuman Khas di Indonesia

"Bagi masyarakat Eropa, menjalankan budidaya serta menghasilkan makanan bukanlah menjalankan bisnis semata".

Chef Degan Septoadji. ©2021 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Jum'at, 27 Agustus 2021 17:28

Merdeka.com, Bandung - Uni Eropa meluncurkan kampanye 'Nikmati Warna Warni Eropa, Keunggulan Cita Rasa'. Kampanye ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai produk makanan dan minuman Uni Eropa di Indonesia.

Kegiatan akan dilangsungkan selama satu tahun. Rangkaian acaranya beragam. Di antaranya menampilkan berbagai produk makanan dan minuman Uni Eropa, termasuk daging (sapi dan ayam), produk susu, produk organik, serta minuman beralkohol dan non-alkohol melalui sebuah perjalanan budaya penuh kelezatan, disertai kisah kuliner yang penuh warna dan menggugah selera.

Pada intinya, kegiatan kampanye berupaya mempromosikan produk makanan dan minuman Uni Eropa berdasarkan model keamanan pangan 'Dari Pertanian Hingga Ke Penyajian' yang diterapkan di seluruh Eropa, kualitas tertinggi, keaslian asal makanan, serta karakter dan praktik-praktik yang berkelanjutan.

Dengan didasari oleh tujuan tersebut, rangkaian kegiatan pada kampanye ini akan menghadirkan sejumlah aktivasi humas dan media sosial di wilayah Indonesia serta promosi pada mitra dagang serta konsumen di Jakarta.

Acara virtual peluncuran kegiatan kampanye dibuka melalui sambutan oleh Marika Jakas, Kepala Seksi Perdagangan dan Ekonomi pada Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia. Di samping beliau hadir pula Alexander Nayoan, Kepala Pelatihan Sumber Daya Manusia pada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), yang menyampaikan kesempatan besar yang dihadirkan oleh berbagai produk makanan dari Uni Eropa di Indonesia.

Dalam acara ini pula, chef kenamaan, Chef Degan Septoadji menyajikan cara-cara kreatif untuk menikmati berbagai produk makanan Uni Eropa yang otentik. Acara peluncuran dihadiri lebih dari 180 orang perwakilan dari sektor industri makanan di Indonesia, termasuk para importir produk makanan dan minuman Uni Eropa, distributor, pengecer (ritel), dan media, serta perwakilan dari Negara Anggota Uni Eropa.

Dalam kesempatan ini Marika Jakas menyampaikan terima kasihnya kepada mitra dagang Uni Eropa di sektor ritel, hotel, restoran dan cafe, serta asosiasi bisnis atas dukungan mereka dalam mendorong hubungan Uni Eropa-Indonesia selama bertahun-tahun melalui hubungan dagang, makanan, dan juga kebudayaan. Ia menekankan bahwa Uni Eropa dan Indonesia saling menganut nilai nilai serta standar kesempurnaan dalam hal makanan.

"Bagi masyarakat Eropa, menjalankan budidaya serta menghasilkan makanan bukanlah menjalankan bisnis semata. Ada semangat yang kuat, standar yang diterapkan, serta warisan budaya kuliner yang diapresiasi," kata Marika saat jumpa wartawan secara daring belum lama ini.

"Regulasi pada Uni Eropa mendasari produksi seluruh produk makanan Uni Eropa yang menjamin konsumen seluruh dunia dapat menikmati keamanan makanan di tingkat tertinggi serta standar keberlanjutan, skema kualitas dan tradisi pembuatan makanan yang kaya. Indonesia juga menganut nilai-nilai yang serupa dengan semangat menerapkan standar kualitas yang tinggi, dengan tetap menekankan pada makanan tradisional yang berasal dari warisan budaya nasional yang telah tertanam kuat," lanjutnya.

Uni Eropa dan Indonesia telah memperdalam hubungan dalam beberapa tahun terakhir ini serta berkomitmen untuk lebih meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi serta terus berkembang terlepas dari tantangan yang timbul akibat pandemi COVID-19.

Pada saat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia (EU-Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement - CEPA) berlaku efektif, kesepakatan ini akan menghadirkan dorongan kuat pada perdagangan bilateral dan arus investasi.

 

 

(ES/AA)
  1. Kuliner
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA