1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Turut aktif dalam perkembangan industri, PRL tambah armada truk 50 unit

"Saya merasa bangga karena PRL sebagai salah satu anak usaha Parna Raya bisa mencapai target yang dicanangkan oleh induk usahanya".

©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 25 Oktober 2018 15:44

Merdeka.com, Bandung - Presiden Direktur PT Parna Raya Logistik (PRL), Alexander Runtuwene mengatakan, pihaknya kini berupaya untuk semakin konsisten dalam melakukan perkembangan industri logistik di Tanah Air. Caranya, pihaknya menambah armada truk sebanyak 50 unit.

PRL sebagai anak usaha dari PT Parna Raya, yang merupakan bagian dari konglomerasi Parna Raya Grup ini menggandeng truk merk ternama. Di antaranya adalah Hino, UDTrucks, Mercedes, selain merk lain yang sudah ada seperti Scania, Volvo, dan Nissan.

"Saat ini armada yang dimiliki pihaknya hampir mencapai 100 truk. Sebagian besar adalah untuk heavy duty, brick bulk, dan container. Untuk memaksimalkan kami tambah 50 unit lagi," ujar Alexander dari keterangan tertulis yang diterima Merdeka Bandung, Kamis (25/10).

Sementara itu, Presiden Direktrur Grup Parna Raya, Charles Simbolon menjelaskan, bahwa pihaknya sangat optimistis dengan adanya penambahan armada truk tersebut.

"Saya merasa bangga karena PRL sebagai salah satu anak usaha Parna Raya bisa mencapai target yang dicanangkan oleh induk usahanya pada tahun ini," ujar dia.

Terkait peluang industri logistik di Tanah Air, Charles menerangkan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk mengembangkan anak usaha yang bergerak di sektor logistik tersebut. Kolaborasi itu seperti jasa pengurusan impor, bongkar muat, pergudangan, transportasi laut, transportasi darat, dan jasa logistik lainnya.

Diketahui, Parna Raya Grup dikembangkan oleh Marihad Simon Simbolon pada 1972 dengan hanya bermodal satu unit truk. Saat ini, perseroan sudah memiliki ratusan armada truk. Selain itu, unit bisnis juga mengalami perkembangan, tidak hanya sebatas jasa transportasi truk tapi juga berkembang ke industri perkapalan, pabrik amoniak, hotel, perkebunan kelapa sawit, perdagangan, dan lainnya.

 

(ES/AA)
  1. Transportasi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA