1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Transformasi Sekolah Juara, Kini Berbasis Social Enterprise

"Siswa umum ada DSP, DKT, SPP, Siswa beasiswa dikenakan infak sesuai kemampuan".

Sekolah Juara. ©2020 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Rabu, 29 Juli 2020 10:53

Merdeka.com, Bandung - Sekolah Juara yang merupakan program pendidikan Rumah Zakat yang didirikan pada tahun 2007 itu melakukan transformasi. Transformasi yang dilakukan yaitu, merubah skema Sekolah Juara dari sekolah gratis berkualitas menjadi sekolah berbasis social enterprise.

Direktur Indonesia Juara Foundation, Muhammad Sobirin mengatakan, transformasi ini tentunya membawa beberapa perubahan. Di antaranya mengenai dana dari siswa yang sebelumnya adalh gratis.

"Siswa umum ada DSP, DKT, SPP, Siswa beasiswa dikenakan infak sesuai kemampuan," kata Muhammad Sobirin dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung.

Awalnya, Sekolah Juara diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan dhuafa agar bisa tetap mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dengan menerapkan konsep multiple intelligences.

Seiring perjalanan waktu, tepat satu dekade pada tahun 2017, Sekolah Juara telah memiliki 19 unit layanan di seluruh Indonesia, meliputi 1 TK Juara, 15 SD Juara, 2 SMP, dan 1 SMK Juara. Jumlah 19 unit tersebut tersebar di 10 provinsi dan 17 kabupaten/kota, yaitu di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Papua.

"Semakin pesatnya pertumbuhan sekolah juara di berbagai daerah karena terkenal dengan kualitasnya, menyebabkan meningkatnya permintaan berbagai kalangan orang tua siswa untuk bisa menyekolahkan anaknya di Sekolah Juara," jelasnya.

Di sisi lain, Rumah Zakat telah melakukan perubahan pola pemberdayaan terhadap unit binaannya. Pola menjadi sponsor tunggal selama 20 tahun dirasa kurang efektif dan menjadikan cakupan pemberdayaan Rumah Zakat terbatas karena beban biaya tetap yang cukup besar.

Maka dari itu, di tahun 2019 Rumah Zakat mulai bertransformasi dalam menjalankan progam pemberdayaannya, salah satunya diterapkan di Sekolah Juara.

"Faktor pembanding lainnya selain biaya adalah kini peran Rumah Zakat bukan lagi menjadi donatur tunggal, melainkan donatur untuk siswa yatim dhuafa," imbuhnya.

Dengan adanya transformasi tersebut, diharapkan bisa mencetak generasi penerus bangsa yang mempunyai nilai-nilai JUARA (Juara, Ulet, Amanah, Religius, dan Aktif) yang bisa didapatkan oleh anak-anak di semua kalangan.

Melalui pendidikan yang berkualitas, Sekolah Juara pun berkomitmen untuk melahirkan generasi yang berakhlak sesuai tuntunan Al-quran dan bisa mewujudkan generasi yang cerdas, mandiri, serta kompetitif.

 

(ES/AA)
  1. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA