1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Ternyata kaum muda berkebutuhan khusus ini terampil soal keuangan

"Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari pada 27 dan 28 Februari. Diikuti oleh 19 orang karena satu orang sakit jadi enggak bisa ikut'.

Pelatihan Keterampilan Hidup Berbasis Keuangan Financial Life Skills. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 01 Maret 2018 10:34

Merdeka.com, Bandung - Tidak sedikit orang yang kerap memandang kaum muda berkebutuhan khusus dengan sebelah mata. Padahal, mereka memiliki kemampuan yang kerap menghadirkan decak kagum. Seperti dalam hal keuangan.

Hal tersebut nampak dalam kegiatan 'Pelatihan Keterampilan Hidup Berbasis Keuangan Financial Life Skills' yang diselenggarakan oleh YEP, proyek YouthWin Through Economic Participation bekerjasama dengan RBM, pusat rehabilitasi berbasis masyarakat dan Art Therapy Center Universitas Widyatama.

Kegiatan ini merupakan pelatihan untuk kaum muda yang berkebutuhan khusus. Tujuannya adalah memberi mereka keterampilan hidup dan literasi keuangan komunikasi antar pribadi.

Selain itu, untuk membangun kepercayaan diri, sikap tanggung jawab, membuat keputusan dan menyelesaikan masalah serta penetapan tujuan keuangan, guna meningkatkan kesempatan mereka dalam meraih karir dan kehidupan yang lebih baik.

"Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari pada 27 dan 28 Februari. Diikuti oleh 19 orang karena satu orang sakit jadi enggak bisa ikut. Kegiatannya berlangsung pukul 08.00 sampai 14.00 WIB," ujar Ketua Art Therapy Center Universitas Widyatama, Anne Nurfarina, Rabu (28/2).

YEP adalah bagian dari inisiatif multi-program bernama Kunci dari United States Agency for International Development (USAID) untuk membekali kaum muda Indonesia yang rentan dengan pelatihan dan kesempatan yang diperlukan agar mereka berpartisipasi dan meraih keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari ini, kata dia, tidak disangka bahwa para peserta pelatihan yang merupakan kaum muda berkebutuhan khusus dengan rentang usia 19 hingga 21 tahun ini mampu menangkap dengan baik materi yang diberikan.

"Menurut pihak USAID, sebanyak 70 hingga 80 persen jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri itu bisa dijawab dengan benar. Itu artinya mereka memiliki kemampuan untuk itu, mereka bisa,"
kata dia.

Dalam gelaran ini, Anne menjelaskan, temuannya bahwa menitik beratkan para peserta perlu pembinaan matakuliah yang berhubungan dengan simulasi, perihal pengurusan keuangan sendiri.

"Ini pelatihan yang pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia, pelatigan ekonomi untuk penyandang disabilitas. Menurut saya, kegiatan ini sangat penting karena berguna untuk mempersiapkan diri mereka untuk lebih mandiri," jelas Anne.

Tujuan lain dari kegiatan ini, untuk memastikan bahwa kaum muda ber kebutuhan khusus memiliki
akses yang sama terhadap pendidikan dan pekerjaan sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian, menetapkan dan memenuhi tujuan masa depan serta memberi manfaat kepada keluarga mereka dan masyarakat sekitar.

Financial Life Skills sangat penting bagi mereka yang berkebutuhan
khusus, terutama karena mereka harus menjadi anggota produktif di masyarakat dan mandiri dalam situasi sehari-hari. Mereka ini adalah anggota masyarakat yang dapat memberikan kontribusi yang berarti.

"Goals nya adalah kami punya visi mengangkat harkat penyandang disabilitas agar mampu mandiri, dan mendapatkan penghasilan baik disektor formil atau secara mandiri membuat usaha sendiri," katanya.

(ES/AA)
  1. Layanan Keuangan
  2. Info Kota
  3. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA