1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Tangani sampah Pemkot Bandung hadirkan TPST canggih di Tegalega

Teknologi tersebut sangat canggih karena dapat mereduksi angkutan sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) hingga 50 persen.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil . ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Selasa, 23 Januari 2018 14:58

Merdeka.com, Bandung - Penanganan sampah menjadi salah prioritas Pemkot Bandung. Pemkot Bandung melalui PD Kebersihan terus melakukan inovasi untuk penanganan sampah. Salah satu inovasi yang dilakukan yakni dengan membuat Tempat Pembuangan Sampah Sementara Terpadu (TPST) dengan memanfaatkan teknologi biodigester dan mesin pres dan tempat pemilahan sampah anorganik di Tegalega.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, TPST ini merupakan yang kedua yang dimiliki Kota Bandung setelah di Gedebage. Pria yang akrab disapa Emil ini menyampaikan, fasilitas canggih hadir kembali di Kota Bandung yaitu pengelolaan sampah menggunakan teknologi.

"Fasilitas ini paling canggih, dengan menggunakan mesin pres sehingga sampah yang ada menjadi lebih kering dan tidak terlalu berat," ujar Emil.

Menurutnya, teknologi tersebut sangat canggih, karena dapat mereduksi angkutan sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) hingga 50 persen. Teknologi canggih tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena, hasil dari pemadatan sampah itu akan menghasilkan air. Air tersebut bisa dipilih antara dibuang dan dimanfaatkan menjadi gas.

"Nah dari pada air itu dibuang dan menjadi bau, lebih baik di manfaatkan menjadi gas. Sehingga mesin ini lebih ramah lingkungan dan memiliki manfaat yang banyak," katanya.

Dia berharap, teknologi tersebut ada di beberapa titik kota Bandung. Minimal, Kota Bandung memiliki empat TPST.

"Bandung idealnya harus punya empat seperti ini. Tahun ini atau tahun depan Insya Allah terlaksana sehingga sampah di Bandung lebih minim," ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PD Kebersihan Kota Bandung, Deni Nurdyana menyampaikan, teknologi instalasi biodigester di TPST Tegallega diperuntukkan untuk mengelola sampah organik yang masuk sehingga dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA.

TPST Tegallega menampung sampah dari 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Regol, Sumur Bandung, Lengkong dan Astana Anyar. Kapasitas TPST bisa menampung sampah sebanyak 180 meter kubik per hari. Jika diperkirakan hampir 10 truk atau 50 ton per hari.

"Jumlah itu yang sudah direduksi. Jadi dengan jumlah tersebut kita bisa meringankan sampah yang akan di kirim ke TPA," pungkasnya.

(FF/DR)
  1. Lingkungan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA