1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Tahun ini Pemkot Bandung akan bangun satu blok rusunawa di Rancacili

Unit ini diperuntukan khusus untuk masyarakat menengah ke bawah.

Ilustrasi rusunawa. ©2016 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Sabtu, 12 Maret 2016 16:26

Merdeka.com, Bandung - Pemerintah Kota Bandung akan kembali membangun satu blok Rusunawa di Rancacili, kelurahan Dewati, Kota Bandung pada tahun ini. Khusus untuk biaya pembangunan Rusunawa ini akan bersumber dari APBD Kota Bandung.

Seperti dikatahui di kawasan Rancacili telah berdiri empat blok rumah susun. Namun proyek tersebut dibiayai oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung Maryun Sastrakusumah mengatakan pembangunan satu blok Rusunawa di Rancacili berdasarkan instruksi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menginginkan adanya pembangunan Rusunawa yang bersumber dari APBD.

"Pak Wali berkeinginan agar pembangunan Rusunawa dianggarkan dari APBD kota. Nah sekarang kita bangun di Rancacili. Ini baru pertama yang dibiayai oleh APBD," ujar Maryun saat ditemui di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan, progres pembangunan Rusunawa saat ini sudah masuk ke dalam tahap lelang. Setelah pemenang lelang keluar, pembangunan fisik akan segera dilakukan.

"Desain sudah jadi, DED (Detail Engineering Design) juga sudah. Sekarang sudah masuk lelang," katanya.

Maryun mengungkapkan, dalam satu blok Rusunawa di Rancacili ini akan dibangun 275 unit. Unit ini diperuntukan khusus untuk masyarakat menengah ke bawah.

"Rusunawa ini diperuntukan khusus untuk kalangan bawah dan ber-KTP Bandung," katanya.

Maryun melanjutkan, pembangunan Rusunawa ini sebagai salah satu upaya untuk menghilangan kawasan kumuh di Kota Bandung. Dia menargetkan pembangunannya dapat selesai pada tahun ini.

" Targetnya tahun ini beres. Kita menganggarkan Rp 69 miliar dari APBD untuk pembangunan Rusunawa di Rancacili," pungkasnya.

(FF/DR)
  1. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA