1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Survei UIN Gunung Djati: Elektabilitas Ridwan Kamil merosot

Sedangkan sejumlah tokoh lainnya yang memang disebut bakal maju di P‎ilgub Jabar 2018 mulai menunjukkan peningkatan.

Ridwan Kamil salah satu bakal calon di Pilgub Jabar. ©2017 Merdeka.com Reporter : Andrian Salam Wiyono | Selasa, 04 Juli 2017 18:46

Merdeka.com, Bandung - Tingkat elektabilitas dan popularitas Ridwan ‎Kamil (Emil) dalam survei UIN Sunan Gunung Djati menunjukkan penurunan. Sedangkan sejumlah tokoh lainnya yang memang disebut bakal maju di P‎ilgub Jabar 2018 mulai menunjukkan peningkatan.

Popularitas Ridwan Kamil yang merupakan Wali Kota Bandung ini menurun dari 24,28 persen pada survei pertama menjadi 18,49 persen pada survei kedua. Sedangkan Deddy Mizwar meningkat dari 18,65 persen menjadi 19,71 persen. Pun ketiga bakal calon lainnya mengalami pergeseran: Dede Yusup meningkat dari 15,68 persen menjadi 17,41 persen, Iwa Karniwa meningkat dari 8,99 persen menjadi 13,88 persen dan Dedi Mulyadi meningkat dari 10,70 persen menjadi 11,60 persen.

‎"Tingkat popularitas mereka, mengalami fluktuasi jika dibandingkan dengan hasil survei pertama yang diselenggarakan 20 Maret – 1 April 2017. Mereka adalah Deddy Mizwar, Ridwan Kamil, Dede Yusup, Iwa Karniwa, dan Dedi Mulyadi," kata Direktur PPS UIN Gunung Djati Agus Salim Mansyur, dalam rilis yang diterima merdeka.com, Selasa (4/7).

Dalam survei yang mengambil sampel 5.000 warga Jabar Ridwan Kamil memang masih bertengger di atas dengan pesaingnya dalam urusan elektabilitas. Namun dalam hasil survei tingkat elektabilitas Ridwan Kamil yang semula 55,1 persen menjadi 40 persen.

Deddy Mizwar pada urutan kedua dengan meningkat dari 16,30 persen menjadi 22,38 persen pada survei kedua. Dede Yusup dari 11,68 persen meningkat menjadi 12,57 persen, Iwa Karniwa melejit dari 2,55 persen menjadi 10,44 persen dan Dedi Mulyadi meningkat dari 6,17 persen menjadi 10,08 persen pada survei kedua.

Dari hasil itu, dia menilai Dede Yusuf cenderung tidak ada sosialisasi untuk Pilgub Jabar. Sehingga kesimpulan dari kedua survei yang dilakukan pihaknya akan muncul empat pasang calon gubernur pada Pilgub Jabar 2018. "Walaupun hal itu masih mungkin berubah," terangnya.

Dia memperkirakan, berdasarkan hasil wawancara pada sejumlah responden, Tim Peneliti mempersepsi turunnya persentase tingkat popularitas dan elektabilitas Ridwan Kamil dipengaruhi banyak hal. Salah satu yang terjadi menurunnya elektabilitas Emil karena terpengaruh pemberitaan pasca diusung Partai NasDem. Sedangkan untuk peningkatan popularitas bakal calon lainnya, karena memang mereka sudah ada pergerakan untuk bersosialisasi.

"Kenaikan calon yang empat ini, terutama Deddy Mizwar, Iwa Karniwa, dan Dedi Mulyadi karena pergerakan mereka sudah mulai melakukan sosialisasi dalam berbagai bentuk, baik bertatap muka langsung maupun menggunakan media luar ruang, seperti spanduk dan poster," ujarnya.

Dalam survei, responden yang diambil adalah warga Jawa Barat yang sudah memiliki hak pilih dengan persebaran di 27 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat secara stratified random sampling di tingkat kabupaten/kota.

Pemilihan jumlah responden per kabupaten/kota berdasarkan metode cluster dengan target komposisi secara purposif dari profesi pedagang, buruh, petani, PNS, serta pelajar dan mahasiswa dengan tingkat kepercayaan minimal 95 persen, sehingga memiliki margin of error maksimal 5 persen.

(MT/ASW)
  1. Pilkada Bandung
  2. Pilwalkot Bandung
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA