1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Surutnya sumber air, PDAM Tirtawening hentikan pasokan air ke pelanggan di malam hari

Setiap hari PDAM kehilangan pasokan air 500-1000 liter per detik. Penghentian penyaluran air ke pelanggan dilakukan maksimal 4 jam setiap hari.

Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Rabu, 03 Oktober 2018 14:11

Merdeka.com, Bandung - PDAM Tirtawening Kota Bandung menjadwalkan penghentian penyaluran air kepada pelanggan setiap harinya. Hal ini sebagai imbas dari surutnya sumber air baku di Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca karena musim kemarau.

Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengatakan, penghentian operasi dilakukan lantaran tidak ada air yang disalurkan ke instalasi air milik PDAM untuk diolah. Sebab tidak ada pasokan air baku, maka berimbas kepada penyaluran air ke pelanggan.

"Saat ini kita hampir setiap hari selalu ada pengentian operasi. Yang menghentikan operasi itu PLN. Kan kita tuh mengambil dari buangan turbin PLN. Kalau turbinnya enggak jalan berati enggak ada air yang bisa kita ambil. Kalau enggak ada yang bisa diambil otimatis pasokan kita terganggu," ujar Sonny kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Rabu (3/10).

Menurut Sonny, setiap hari PDAM kehilangan pasokan air 500-1000 liter per detik. Penghentian penyaluran air ke pelanggan dilakukan maksimal 4 jam setiap harinya.

"Semua (pelanggan) pasti terdampak, karena sistemnya nyatu. Karena sekitar 20-30 persen pasti terganggulah. Jadi 4 jam sehari di waktu malam," ucapnya.

Sonny pun mengungkapkan, PDAM banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait terganggunya pasokan air ini. Namun dia meminta pengertian kepada masyarakat terkait kondisi saat ini.

"Laporan udah banyak di mana-mana tapi ya harus dipahami karena kita airnya ga ada," kata dia.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, pihaknya menggunakan pasokan air dari sungai. Meskipun pasokan air yang disalurkan sangat kecil. Sonny berharap pemerintah bisa memberikan solusi jangka panjang untuk mengantisipasi persoalan ini. Sebab kejadian ini terus berulang setiap tahunnya ini.

"Solusinya kita bersama sama mendorong pemerintah pusat ataupun provinsi untuk bisa memberikan bantuan untuk tandon air, kolam kolam, atau pengerukan disana," katanya.

(ES/DR)
  1. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA