1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Sungai di Bandung Banyak Alami Penyempitan

Kota Bandung dilalui sedikitnya 46 aliran sungai yang tersebar di berbagai wilayah.

©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Jum'at, 07 Desember 2018 15:05

Merdeka.com, Bandung - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Arif Prasetya mengungkapkan bahwa saat ini banyak sungai ada di Bandung yang mengalami penyempitan. Bahkan sampai 50 persen. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab tidak mampunya sungai untuk menampung air yang akhirnya melimpas ke jalan atau permukiman warga.

"Ya memang idealnya sungai itu minimal lebarnya 6 meter dan kedalaman 3 meter. Ini kedalaman ideal sebetulnya, cuma ada sedimen. Cuma kan saat ini memang ini mungkin (sungai) ada 6 meter tapi mungkin yang lain ada yang menyempit 4 meter hingga 2 meter. Nah itu yang harus kita selesaikan sebetulnya. Jadi banjir kenapa? Ya itulah, sungai ini mulai menyempit," ujar Arif kepada warrawan di Kelurahan Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Jumat (7/12).

Menurut Arif untuk menuntaskan persoalan banjir, harus dilakukan secara komprehensif, tidak bisa parsial. Apalagi lokasi Kota Bandung yang berada di wilayah cekungan menjadi sangat rentan dengan banjir.

"Menyelesaikan banjir kita tidak bisa parsial. Sungai itu kan mengalir dari Utara ke Selatan dan kita hidup ini di cekungan Bandung namanya kalau cekung kan kita menampung air. Tapi kan kita perbaiki terus supaya tidak banyak mengganggu masyarakat banjir ini dari terendam, kemacetan dan lain lain. Itu yang sedang kita upayakan," katanya.

Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Tedi Setiadi menambahkan, Kota Bandung dilalui sedikitnya 46 aliran sungai yang tersebar di berbagai wilayah. Dari 46 sungai tersebut, lebih dari setengahnya masuk kategori kritis dan rawan menimbulkan banjir.

"Ketika musim hujan terjadi ada sekitar 27 atau 61 persen yang kritis harus kita perbaiki," ucapnya.

Tedi menyebut salah satu sungai yang mengalami penyempitan yakni Sungai Citepus. Penyempitan sungai Citepus akibat alih fungsi lahan sekitarnya menjadi pemukiman membuat banjir di kawasan Pagarsih.

"Sungai Citepus itu bisa delapan meter asalnya tapi hilirnya ada yang jadi empat meter. Ada yang melebar lagi nah itu tentu saja sungai itu menjadi alirannya deras. Ketika terjadi penyempitan kan deras," katanya

Padahal jarak antara bangunan dan bantaran sungai idealnya 10 meter. Namun pada saat ini banyak rumah tinggal yang bahkan menempel dengan sungai. Banyaknya bangunan yang tergerus aliran sungai menjadi salah satu contoh nyata dari hal tersebut.

Untuk itu diperlukan upaya nyata dengan pelebaran sungai. Namun upaya ini perlu kajian dan persiapan matang karena harus merelokasi warga yang tinggal di pinggiran sungai.

"Memang harus sedikit demi sedikit. Karena kalau sungai tidak dilebarkan maka begini terus kalau musim hujan. Tapi tetap kita melakukan upaya-upaya," katanya.

(MH/DR)
  1. Banjir
  2. Lingkungan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA