1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Sukses Jalani Bisnis di Masa Pandemi, Mangkokku Bakal Tambah 35 Gerai Baru

"Perjalanan Mangkokku dari tahun 2020 hingga 2021 menjadi sangat menantang akibat pandemi dan restriksi sosial dari pemerintah".

Randy Kartadinat. ©2021 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 19 Agustus 2021 06:10

Merdeka.com, Bandung - Mempertahankan bisnis di masa pandemi tentu bukan hal mudah. Begitupun yang dialami oleh bisnis kuliner milik Randy Kartadinata, Chef Arnold Poernomo, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming bernama Mangkokku.

Bisnis kuliner yang dibuka sejak 2019 itu berusaha untuk terus memperkuat komitmennya menjadi perusahaan rintisan (startup) kuliner terbesar dan terdepan di Indonesia. Hingga kini telah memiliki 40 gerai yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

"Perjalanan Mangkokku dari tahun 2020 hingga 2021 menjadi sangat menantang akibat pandemi dan restriksi sosial dari pemerintah. Namun, melalui adaptasi strategi serta beragam inovasi dan kolaborasi, Mangkokku berhasil mencatat pertumbuhan 8 kali lipat selama pandemi," ujar CEO Mangkokku, Randy Kartadinata dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung.

Saat opsi makan di tempat tak lagi jadi pilihan utama, Mangkokku mengganti fokus ekspansinya ke layanan daring dan cloud kitchen.

"Bagi kami, pembukaan gerai baru harus dilakukan dengan teliti karena setiap gerai harus punya kinerja yang baik agar Mangkokku bisa terus berkembang secara berkelanjutan," jelas Randy.

"Kami kini memilih untuk membuka lebih banyak gerai daring (cloud kitchen) dan mempersiapkan infrastruktur pembelian online yang lebih baik di gerai yang sudah ada. Kami juga memilih untuk mendekat ke area residensial dibandingkan pusat perbelanjaan agar bisa lebih mudah dijangkau pelanggan yang kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah," sambungnya.

Tahun ini, Mangkokku berencana menambah sekitar 35 gerai di di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Mangkokku juga melakukan adaptasi harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat umum serta memperketat protokol kesehatan di setiap gerai.

Mulai dari disinfektan rutin, penggunaan alat pelindung, pemesanan dan pembayaran digital (touchless and cashless technology), serta penerapan wajib vaksin bagi setiap karyawan Mangkokku.

Sementara itu, salah satu pendiri dan juga penanggung jawab research and development Mangkokku, Chef Arnold Poernomo mengatakan, di kondisi penuh tantangan seperti ini, salah satu kunci kesuksesan dalam industri kuliner adalah inovasi agar tetap relevan dan sesuai dengan zaman serta minat konsumen.

"Kami berkomitmen untuk terus mengeksplorasi masakan bercita rasa khas Nusantara dengan sajian yang lebih kontemporer namun tetap pas di lidah masyarakat Indonesia," kata Chef Arnold.

“Kami optimis bahwa Indonesia tak akan kehabisan bahan untuk dieksplorasi menjadi sebuah karya masakan yang unik untuk dihidangkan. Sejak awal, Mangkokku tidak ingin bersandar pada 'hype factor' sesaat. Kami ingin menyediakan pilihan makanan yang bisa dikonsumsi sehari-hari dan terus-menerus," sambungnya.

Tahun ini, misalnya, Mangkokku telah mengembangkan varian produk beku (frozen food) dan menu lauk tanpa nasi untuk menjawab kebutuhan konsumen yang kini lebih sering berada di rumah. Produk beku juga ini diharapkan dapat menjangkau konsumen dari luar daerah yang belum terjangkau oleh gerai Mangkokku.

(ES/AA)
  1. Bisnis
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA