1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Seanuts II Akan Mengamati 18 Ribu Anak di Empat Negara Terkait Status Gizi

"Kami menyambut baik kerjasama ini karena aman mendapatkan berbagai temuan-temuan mengenai tren pertumbuhan".

Rini Sekartini. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Jum'at, 30 November 2018 07:27

Merdeka.com, Bandung - Sebanyak 18 ribu anak di empat negara yakni Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia akan dipelajari status gizinya. Hal tersebut seiring diumumkannya Southeast Asia Nutrition Survey II (SEANUTS II) yang secara resmi.

SEANUTS II merupakan studi yang akan mempelajari status gizi lebih dari 18 ribu anak di empat negara yang dilakukan oleh Royal FrieslandCampina sebagai perusahaan susu global. Dalam kegiatan ini, FrieslandCampina menggandeng berbagai lembaga penelitian dan universitas terkemuka sebagai mitra pelaksanaan studi.

Informasi yang akan dikumpulkan antara lain data-data pertumbuhan, asupan makanan, aktivitas fisik dan parameter biokimia anak-anak berusia enam bulan hingga 12 tahun.

Penelitian ini dilakukan karena tingkat dan besarnya kasus malnutrisi di wilayah ini. Studi akan menitikberatkan pada asupan protein dan status gizi. Protein adalah zat gizi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Di Indonesia studi akan dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bekerjasama dengan FrieslandCampina. Hasilnya diharapkan pada tahun 2021 dan dapat digunakan untuk mengembangkan program-program intervensi nasional, memperkaya pengetahuan ilmiah dan mendukung kebijakan pemerintah.

Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Ketua Tim Riset SEANUTS II Indonesia mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama dengan FrieslandCampina dalam studi besar yang mendalam untuk mendapatkan berbagai temuan.

"Kami menyambut baik kerjasama ini karena aman mendapatkan berbagai temuan-temuan mengenai tren pertumbuhan, kebiasaan diet, pola aktivitas fisik, pola tidur, dan status gizi anak-anak di negara kita," ujar Rini dari keterangan tertulis diterima Merdeka Bandung, Kamis (29/11).

Lebih lanjut ia menjelaskan, SEANUTS pertama mengungkapkan bahwa banyak anak di Indonesia menderita masalah gizi ganda yakni kekurangan dan kelebihan gizi.

"Penelitian ini akan lebih berfokus pada kuantitas dan kualitas protein untuk mendapatkan informasi atau data yang lebih mendalam tentang kemungkinan perannya terkait dengan masalah ini," kata dia.

Sementara itu, President of Consumer Dairy Royal FrieslandCampina, Roel van Neerbos menuturkan, gizi yang baik adalah faktor penting untuk pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangan anak.

"Kita bisa melihat bahwa banyak anak-anak di dunia mengalami ketidakseimbangan konsumsi makanan yang mengakibatkan over or undernutrition (kelebihan atau kekurangan gizi). Selama bertahun-tahun, Frisian Flag di Indonesia sebagai bagian dari FrieslandCampina telah bekerja bersama dengan Pemerintah, LSM, dan berbagai organisasi profesi kesehatan untuk mendidik dan menginspirasi keluarga untuk mengadopsi gaya hidup sehat," jelas Roel.

Kata Roel, studi ini akan memberi informasi menyeluruh mengenai kesenjangan status gizi anak, sebagai dasar pengembangan inovasi produk susu serta program gaya hidup sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang mereka.

(ES/AA)
  1. Info Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA