1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Satgas Tim Pemeriksa Hewan Kurban temukan ratusan hewan kurban tak layak di Bandung

"Seminggu bergerak di lapangan, total ada 2000 ekor jumlah sapi yang telah diperiksa," kata Elly.

Satgas Tim Pemeriksa Hewan Kurban Kota Bandung. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Selasa, 14 Agustus 2018 12:29

Merdeka.com, Bandung - Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Elly Wasliah telah melepas Satgas Tim Pemeriksa Hewan Kurban pada 6 Agustus 2018 lalu. Selama sepekan bertugas, tim masih menemukan hewan kurban tidak layak yang dijual oleh pedagang hewan kurban di Kota Bandung

Elly mengatakan, selama sepekan berkeliling, pihaknya telah memeriksa 4.539 hewan kurban, dengan perincian 2000 ekor sapi dan 2539 ekor domba. Dari jumlah tersebut, pihaknya menemukan 60 ekor sapi dan 585 ekor domba yang tidak layak.

"Seminggu bergerak di lapangan, total ada 2000 ekor jumlah sapi yang telah diperiksa. Yang telah dikasih kalung sehat ada 1.940 ekor dan tidak layak 60 ekor. Sementara untuk domba sehat ada 1.954 ekor, itu yang dikasih kalung sehat dan domba yang tidak layak ada 585 ekor," ujar Elly kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (14/8).

Menurut Elly, hewan kurban yang dinyatakan tidak layak sebagian besar karena sakit. Selain itu juga ada beberapa hewan kurban yang telah dijual padahal belum cukup umur.

"Untuk sapi, rata-rata yang tidak layak itu karena sakit. Ada yang sakit mata, scabies (kudis) dan berbagai macam sakit. Untuk domba ada 539 ekor yang tidak layak. Ada yang sakit mata, cacar, sakit kulit dan juga tidak cukup umur," katanya.

Untuk hewan kurban yang dinyatakan tidak layak kata Elly tidak akan mendapatkan kalung sehat dan layak 2018 dari tim pemeriksa hewan kurban. Pihaknya pun meminta para pedagang untuk tidak menjual hewan kurban yang tidak layak.

"Untuk yang sakit kita langsung obati saat itu juga. Kalau sembuh baru dikasih kalung sehat dan boleh dijual. Kalau cacat atau yang dijual itu betina dan tidak cukup umur itu mah sudah tidak bisa (dijual)," katanya.

Elly mengungkapkan, pemeriksaan hewan kurban yang dijual akan terus dilakukan hingha H-1 Idul Adha atau 21 Agustus. Pihaknya menugaskan 60 petugas yang dibagi ke dalam 6 tim.

"Kenapa baru 4500 yang diperiksa? karena para pedagang hewan kurban akan lebih banyak mendekati H-6. Jadi biasanya saat itulah lebih banyak para pedagang memasarkan hewan kurbannya," ucap Elly.

Lebih lanjut Elly mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi 2017 lalu total hewan kurban yang telah diperiksa dan diberikan kalung sehat ada 28.139 ekor. Untuk sapi yang dinyatakan sehat ada 5.313 ekor dan tidak layak ada 84 ekor, karena hewan yang dijual betina. Adapun untuk domba ada 20.948 ekor yang diberikan kalung sehat dan 1.794 ekor tidak layak.

"Tahun kemarin kita menyiapkan 28 ribu kalung sehat. Setiap tahun kita prediksi ada kenaikan 5-10 persen dari jumlah hewan kurban yang dipasarkan. Makanya kami menyiapkan 35 ribu kalung sehat. Kita imbau kepada masyarakat agar jangan membeli hewan kurban yang tahun 2017 kalung sehatnya, tapi tahun 2018," katanya.

(MT/DR)
  1. Idul Adha
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA