1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Rumah Zakat Targetkan 20 Ribu Pequrban Berpartisipasi di Momen Idul Adha

"Tahun ini kami menargetkan 20 ribu pequrban berpartisipasi dalam program Superqurban dan Desaku Berqurban".

Nur Efendi. ©2021 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Selasa, 22 Juni 2021 16:40

Merdeka.com, Bandung - CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan, pihaknya optimis bila tahun ini menargetkan 20 ribu pequrban yang akan berkurban di Hari Raya Idul Adha. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai 3.066 pequrban.

"Tahun lalu sebanyak 3.066 pequrban menitipkan hewan qurban dalam program Desaku Berqurban untuk dibagikan kepada 23.027 penerima manfaat yang ada di desa," terang Effendi saat jumpa wartawan secara virtual, Selasa (22/6).

Tahun ini, ada peternak di 100 titik Desa Berdaya Agrobisnis binaan Rumah Zakat yang menyediakan hewan qurban untuk program Desaku Berqurban.

"Tahun ini kami menargetkan 20 ribu pequrban berpartisipasi dalam program Superqurban dan Desaku Berqurban. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu dengan lebih maksimal dari program ibadah qurban,” jelasnya.

Sementara itu, Effendi menjelaskan bila proses pengelolaan Superqurban akan dilakukan dengan menerapkan protol kesehatan ketat, mengingat kini tengah masa pandemi virus covid-19.

"Sejak 2020, Rumah Zakat menerapkan prokes yang ketat dalam proses pengelolaan Superqurban. Semua proses pengelolaan qurban mulai dari penyembelihan, boning, deboning, hingga pengemasan menjadi kornet atau rendang dilakukan sesuai dengan standar Prokes pada hari raya Idul Adha dan Hari Tasyrik. Seluruh sumber daya manusia yang terlibat sudah dipastikan kesehatannya, dan tidak ada kerumunan dalam prosesnya," papar dia.

Selain menerapkan prokes yang ketat, Superqurban memiliki manfaat lebih luas karena daya tahan yang lebih lama sehingga distribusinya dapat dilakukan sepanjang tahun. Superqurban dapat menjadi ketahanan pangan bagi Indonesia dalam menghadapi masa-masa sulit seperti bencana alam, daerah rawan pangan, hingga pandemi Covid-19.

"InsyaAllah Superqurban ini sesuai Syariah karena menurut Fatwa MUI Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Pengawetan dan Pendistribusian Daging Kurban Dalam Bentuk Olahan, bahwa daging qurban ini boleh diolah dalam kemasan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih lama," ujar Nur Efendi.

 

 

 

(ES/AA)
  1. Idul Adha
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA