1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Resmi Dibuka, Orchid Forest Cikole Lengkapi Fasilitas Kebersihan & Kesehatan

"Pembagian masker secara gratis di Orchid Forest Cikole merupakan bentuk preventif yang kami lakukan untuk menekan penyebaran COVID-19".

Orchid Forest Cikole. ©2020 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Senin, 15 Juni 2020 14:30

Merdeka.com, Bandung - Setelah nyaris tiga bulan tutup karena bentuk kepatuhan kepada kebijakan preventif pemerintah agar penyebaran COVID-19, Orchid Forest Cikole akhirnya buka. Seiring dengan kembali dibukanya tempat wisata ini, pihak pengeola melengkapi fasilitas kebersihan dan kesehatan.

Salah satu kebijakan baru dari Orchid Forest Cikole adalah memberikan masker secara gratis untuk semua pengunjung. Tujuannya tentu saja untuk menjaga diri dari penyebaran Covid-19. Penggunaan masker menjadi salah satu syarat untuk pengunjung bisa masuk ke tempat wisata tersebut.

"Pembagian masker secara gratis di Orchid Forest Cikole merupakan bentuk preventif yang kami lakukan untuk menekan penyebaran COVID-19," kata CEO dan founder Orchid Forest Cikole, Barry Akbar dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung.

"Selain itu seluruh komponen di Orchid Forest Cikole dipersiapkan dari mulai staff, fasilitas kebersihan dan kesehatan, serta prosedur kesehatan dimana semua ini dilakukan untuk keselamatan dan keamanan pengunjung," sambungnya.

Orchid Forest Cikole juga menetapkan standar prosedur keamanan lainnya seperti pengecekan suhu tubuh seluruh pengunjung sebelum diperbolehkan masuk Orchid Forest Cikole.

Selain itu juga memastikan bahwa social distancing dapat dilaksanakan dengan adanya walking space yang dipermudah dengan penandaan di jalur publik dan juga di setiap area duduk, persediaan hand sanitizer di titik ramai Orchid Forest, dan juga pengecekan ketat atas kesehatan seluruh staf dan pengujung Orchid Forest Cikole.

Seluruh pengunjung yang masuk pun wajib memasuki Gate Desinfectan dan menggunakan masker. Dalam keadaan darurat, Orchid Forest Cikole pun sudah siap bekerjasama dengan Poliklinik Sespim Polri yang ditetapkan sebagai tenaga medis terdekat dari lokasi Orchid Forest Cikole. Tidak hanya itu, proses pembayaran pun di area Orchid Forest Cikole sudah diatur dengan mengutamakan penggunaan sistem pembayaran non-tunai atau cashless meggunakan e-money untuk mengurangi kontak fisik menggunakan uang kertas.

Namun, selain persiapan standar prosedur kesehatan dan keamanan di Orchid Forest Cikole, Barry Akbar juga menekankan agar persiapan untuk kenyamanan dan kepuasan pengunjung saat kembali berkunjung tetap terjaga dengan baik. Selama tutup, Orchid Forest Cikole menyiapkan berbagai wahana baru dan terus memaksimalkan fasilitas dan keindahan lokasi Orchid Forest Cikole.

Dengan Teras Paphio yang kini memiliki wajah baru dan juga koleksi Anggrek yang diperkaya, pengunjung dipastikan pengalaman yang memuaskan meski dengan prosedur kesehatan dan aturan berkunjung yang baru di era New Normal ini.

Orchid Forest Cikole sebagai tempat wisata memiliki luas area dan kontur yang unik, dimana lahannya yang cukup landai dan menanjak, hal ini dimanfaatkan untuk dapat dikembangkan sebagai sebuah lokasi wisata yang inovatif, khas dan istimewa sehingga membuahkan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjungnya.

Memiliki luas sekitar 11 hektar, pengunjung dipastikan dapat bergerak dengan leluasa tanpa membahayakan pengunjung lain dengan dapat diterapkannya physical distancing. Saat berkunjung ke Orchid Forest Cikole, pengunjung dapat takjub melihat semua aspeknya dari mulai arsitektur, infrastruktur, sampai hal yang lebih mendetail seperti ciri khas atraksi dan photo spot, kami memastikan agar semua komponen tereksekusi dengan baik dan terpikirkan secara matang untuk menjadikan Orchid Forest Cikole sebuah paparan atas keindahan alam Indonesia.

Hal inilah yang membawa Orchid Forest Cikole dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun berhasil memperoleh titel Best Nomadic Tourism menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2019.

Harga tiket masuk reguler yang tadinya seharga Rp 30ribu akan mengalami sedikit peningkatan harga sebesar 30 persen berdasarkan regulasi terbaru yang dihimbau dari pemerintah Kabupaten Bandung Barat terkait penambahan fasilitas dalam penanganan penyebaran Covid-19 di tempat wisata.

 

(ES/ES)
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA