Macet karena pesta rakyat De Syukron, hindari kawasan Gedung Sate


Suasana De Syukron 6
Bandung.merdeka.com - Tingginya animo masyarakat pada pesta rakyat Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat De Syukron 6 - 2016 menimbulkan kemacetan di kawasan Gedung Sate dan sekitarnya. Kemacetan diprediksi masih akan terjadi hari ini, Sabtu (3/8).
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Setda Jabar Ade Sukalsah mengatakan berdasarkan catatan event organizer (EO), tahun lalu saja tercatat 20.000 warga Jabar yang mengunjungi De Syukron 5.
"Tahun ini diprediksi akan melebihi angka itu karena Gasibu sudah dibuka, tahun lalu kan masih ditutup," kata Ade, melalui siaran pers yang diterima Merdeka Bandung.
Tingginya animo masyarakat pada De Syukron, kata dia, Pemprov Jabar selaku penyelenggara memohon maaf dan pemaklumannya kepada warga Bandung terutama yang terganggu karena kemacetan di kawasan Gedung Sate dan sekitarnya.
"Kemacetan ini selain animo masyarakat untuk berkunjung tinggi, juga karena membludaknya peserta pameran produk-produk unggulan dari UKM Jabar yang sulit sekali kami tolak. Untuk itu kami memohon maaf kepada warga Bandung atas kemacetan yang ditimbulkan De Syukron 6," katanya.
Ade mengaku pihaknya melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jabar sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung.
"Kami mencatat ini sebagai bagian dari evaluasi agar ke depannya dapat menjalin koordinasi yang lebih baik lagi, terlebih Bandung akan menjadi tuan rumah pembukaan dan beberapa pertandingan cabor pada PON XIX dan Peparnas XIV mendatang. Kami mohon dukungan warga Bandung," katanya.
De Syukron berlangsung selama dua hari, yakni Jumat (2/9) sampai hari ini, Sabtu (3/9). Pesta rakyat ini terdiri dari 244 stand, enam artis/band nasional, tiga panggung, pagelaran wayang golek dan lain-lain.
Pantauan Merdeka Bandung, stand-stand pameran didirikan di bagian dalam dan luar Gedung Sate, yakni Jalan Diponegoro dan Lapangan Gasibu. Banyak kendaraan parkir maupun keluar masuk di sekitar Gedung Sate. Akibatnya, kemacetan merembet hingga kawasan Dago (Ir H Djuanda) dan sekitarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak