13 Tahun vaksin palsu diedarkan, polisi akan cek ke puskesmas dan RS

user
Mohammad Taufik 27 Juni 2016, 13:30 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk balita oleh Bareskrim Polri menunjukkan bahwa tiga provinsi terdeteksi peredarannya. Polda Jabar tidak tinggal diam. Vaksin yang sudah beredar selama ini di rumah sakit dan beberapa tempat akan dicek ulang.

"Polda jabar akan berkoordinasi dengan BPOM yang ada di wilayah masing-masing dan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mengecek ulang vaksin-vaksin," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, di Mapolda Jabar, Senin (27/6). Pengecekan tersebut menurut dia dilakukan untuk memastikan keaslian vaksin.

Bukan cuma rumah sakit, pihaknya juga akan menyisir puskesmas bilamana menyediakan. Penyisiran di berbagai lini, menurut dia karena kekhawatiran dimana sindikat tersebut sudah beroperasi selama 13 tahun.

Untuk diketahui Bareskrim Mabes Polri menyebutkan peredaran vaksin palsu ada di tiga provinsi, DKI Jakarta, Jabar dan Banten.

"Karena mereka telah beroperasi selama 13 tahun, yah tidak menutup kemungkinan juga selain puskesmas dan klinik kecil yang di pasok vaksin palsu, kita juga akan melakukan pengecekan terhadap rumah sakit besar sekalipun," ujarnya.

Jika nyatanya pada saat pengecekan di lapangan ditemukan vaksin palsu, kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Menurut dia polisi tidak bisa bekerja sendiri untuk mengawasi peredaran vaksin.

"Yang banyak tahu dari Dinas Kesehatan dan BPOM tentunya untuk pengawasan hal seperti ini. Makanya kita satu sinergi dan bersama-sama ngecek, karena kita semua tidak tahu ke mana mereka mendistribusikan ini (vaksin palsu)," ujarnya.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto menyatakan hal serupa. Pihaknya mengaku langsung berkoordinasi dengan Dinkes Kota Bandung serta BPOM untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Kita sudah koordinasi, dan langkahnya bakal dilakukan dengan Dinkes untuk turun ke lapangan. Tapi sejauh ini belum (ditemukan vaksin palsu) ada di wilayah kita," ujarnya.

Kredit

Bagikan