Ini jarak terdekat antara bumi-bulan di 2016

user
Mohammad Taufik 05 Januari 2016, 14:43 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Bulan disebut benda langit yang mengorbit Bumi dengan sumber cahaya berasal dari pantulan sinar Matahari. Karena itu bentuk bulan pun terlihat berubah-ubah dari bumi. Perubahan bentuk bulan dari bumi ini disebut dengan fase-fase Bulan.

Dikutip dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat empat fase utama bulan, yaitu fase bulan baru, fase setengah purnama awal (perempat pertama), fase purnama, dan fase setengah purnama akhir (perempat akhir).

Periode revolusi bulan pada bidang orbitnya yang dihitung dari posisi fase bulan baru ke fase setengah purnama awal, lalu ke fase purnama dan seterusnya, itu disebut sebagai periode sinodis yang rata-rata ditempuh dalam waktu 29,53059 hari (29 hari 12 jam 44 menit 03 detik).

Bentuk orbit bulan saat mengelilingi bumi adalah ellips. Akibatnya pada suatu saat bulan akan berada pada posisi terdekat dari Bumi atau disebut perigee, dan pada saat lain akan berada pada posisi terjauh dari bumi atau disebut apogee.

Nah, periode revolusi bulan pada bidang orbit yang dihitung dari posisi perigee ke apogee dan kembali lagi ke perigee ini disebut sebagai periode anomalistik, yang secara rata-rata ditempuh dalam waktu 27,55455 hari (27 hari 13 jam 18 menit 33 detik).

Karena lama waktu yang ditempuh Bulan untuk menyelesaikan kedua periode tersebut berbeda. Pada suatu saat bulan akan berada pada fase bulan baru dan posisinya di apogee. Sementara di saat yang lain bulan akan berada pada fase purnama dan posisinya di perigee. Demikian juga hal yang sebaliknya bisa terjadi.

Hal ini dapat diketahui dengan membandingkan waktu saat bulan pada fase tertentu dengan waktu saat posisi di perigee atau apogee. Lalu kapan jarak terdekat dan terjauh bumi-bulan pada 2016? Lihat grafik di bawah ini:

Jarat terdekat bumi-bulan (perigee)

Selisih waktu terkecil adalah pada 14 November 2016, yaitu bulan berada di perigee pada pukul 18:24 WIB dan 2 jam 28 menit, sebelumnya bulan dalam fase bulan purnama. Demikian juga jarak terdekat antara bulan dan bumi terjadi pada tanggal tersebut, yaitu 356.511 km. Hal ini menjadikan semidiameter bulan yang tampak dari bumi sebesar 16' 45,21". Adapun pada ketiga tanggal lainnya, bulan berada di perigee namun selisih waktunya lebih besar dan jarak bumi-bulan lebih jauh daripada saat tanggal 14 November 2016 tersebut.

Jarak terjauh bumi-bulan (apogee)

Hal yang mirip berlaku juga untuk posisi bulan saat berada di apogee. Selisih waktu terkecil adalah pada 02 Januari 2016, yaitu bulan berada di apogee pada pukul 18:54 WIB dan 06 jam 24 menit, berikutnya bulan dalam fase setengah purnama akhir. Namun demikian, jarak terjauh antara bulan dan bumi terjadi pada 01 November 2016 pukul 02:30 WIB, yaitu sejauh 406.659 km. Hal ini menjadikan semidiameter Bulan yang tampak dari Bumi adalah sebesar 14' 41,24".

Lalu apa efek perubahan jarak bulan dari bumi? Adalah munculnya perbedaan ukuran besar penampakan bulan dalam fase tertentu. Contohnya perbandingan ukuran bulan pada saat fase purnama pada 21 April 2016 dalam posisi apogee dengan fase bulan purnama pada 14 November 2016 saat posisi perigee. Semi-diameter purnama pada dua tanggal tersebut berbeda saat dilihat dari bumi. Purnama pada saat perigee ternyata 14 persen lebih besar ketimbang saat apogee.

Kredit

Bagikan