Toilet SPBU gratis bisa cegah pelecehan

SPBU Patal Senayan
Bandung.merdeka.com - Toilet di SPBU merupakan fasilitas umum yang harus terjamin keamanannya. Maka untuk mengelola toilet, ada beberapa model pengelolaan yang dilakukan SPBU. Ada SPBU yang menerapkan toilet berbayar, ada juga SPBU yang menerapkan toilet gratis.
“Di sini toilet dipegang satu pengelolaan dengan SPBU. Jadi toiletnya harus gratis karena itu fasilitas umum,” kata Pengawas SPBU Coco 31.40101, Firman Permana, kepada Merdeka Bandung, Selasa (29/12).
Ia menjelaskan, SPBU Coco merupakan SPBU anak perusahaan Pertamina. Petugas yang bertanggung jawab terhadap toilet SPBU adalah cleaning service. Tugas cleaning service tidak hanya mengelola toilet, tetapi juga lingkungan SPBU secara umum.
“Cleaning service kita hanya sekali-kali saja ngontrol kebersihan toilet. Jika ada yang kotor, dia bersihkan. Jika ada kerusakan lapor ke pengawas,” terang Firman.
Dengan kata lain, cleaning service tersebut tidak stand by di toilet. Keberadaan cleaning service di toilet hanya pada waktu tertentu saja, karena dia harus mengerjakan tugas lain yang meliputi keseluruhan lingkungan SPBU.
Dengan cara tersebut, cleaning service selalu sibuk dan tidak memikirkan hal-hal lain di luar pekerjaannya. “Di sini cleaning service tidak fokus di toilet, tapi menjaga kebersihan lingkungan semua, termasuk ngepel lantai SPBU,” katanya.
Menurutnya, hal itu berbeda dengan di SPBU lain, misalnya pada SPBU swasta atau pribadi di mana pengelolaan toilet SPBU ada yang diserahkan kepada pihak lain.
Jika pengelolaan toilet diserahkan ke pihak lain, maka si pemilik SPBU hanya mengelola pengisian BBM saja, tanpa harus memikirkan toilet. Pihak lain yang diserahi tugas mengelola toilet itulah biasanya menerapkan sistem kotak uang atau sumbangan.
“Dengan menyerahkan pengelolaan toilet, pihak SPBU tahu beres saja tanpa harus memikirkan kebersihan toilet. Biasanya tiap bulannya ada setoran dari hasil kotak uang atau sumbangan,” jelasnya.
Dengan sistem pengelolaan toilet oleh pihak lain, lanjut dia, tidak heran jika di toilet ada kotak uang atau sumbangan dan petugas khusus menjaga toilet.
“Di kita tidak boleh ada kotak uang atau sumbangan di toilet karena kebijakan perusahaan (Pertamina). Kalau ada kotak uang atau sumbangan kita bisa kena sidak, manajernya harus tanggung jawab. Beda dengan SPBU pribadi atau swasta, boleh-boleh saya menerapkan kotak uang atau sumbangan,” terangnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak