Binus University Raih 2 Pengakuan di QS World University Rankings by Subject 2022

Endang Saputra 19 April 2022, 18:30 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Binus University kembali mendapatkan pengakuan penting atas reputasi penyelenggaraan pendidikan. Binus University menjadi perguruan tinggi yang mengalami peningkatan peringkat berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2022.

Berdasarkan daftar yang dirilis lembaga pemeringkat perguruan tinggi dunia Quacquarelli Symonds tersebut, Binus University masuk ke dalam pemeringkatan melalui rumpun ilmu Computer Science & Information Systems. Binus Univeristy naik ke peringkat 401-450 dunia dan menduduki posisi ke-5 dari 6 Perguruan Tinggi Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan tersebut.

Adapun pemeringkatan dilakukan atas 51 bidang ilmu terhadap lebih dari 1,543 institusi perguruan tinggi di 161 lokasi di dunia. Computer Science dan Information Systems Binus University unggul dalam empat indikator penilaian. Yakni, Academic Reputation, Employer Reputation, Citations per Paper, dan H-index Citations.

Berikutnya, Binus University juga masuk ke dalam pemeringkatan ini melalui rumpun ilmu Business Management, melesat ke posisi 501-550 dunia, sekaligus masuk ke dalam deretan 7 Perguruan Tinggi Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan ini.

Dari rumpun ilmu ini, terdapat tujuh program studi yang masuk dalam pemeringkatan dunia ini. Yakni, Management; Business Creation; International Business Management; Global Business Marketing; Creativepreneurship (BINUS @Bandung); Business Management; Entrepreneurship-Business Creation (BINUS @Malang).

Rektor Binua University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M. mengucap rasa syukur dan terima kasihnya atas pengakuan yang diberikan QS World University Rankings by Subject 2022 dalam subject Computer Science & Information Systems dan Business Management Studies.

“Hal ini merupakan buah dari penyelenggaraan pendidikan di Binus University dalam hal reputasi akademik. Reputasi yang diberikan dari penyerap lulusan, sitasi per makalah, dan dampak penelitian yang sesuai dengan standar internasional,” ujarnya dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Credits

Bagikan