Ciptakan Karakter, 130 Pemuda Jabar Ikuti Kemah Kebangsaan

Endang Saputra 14 Desember 2021, 17:20 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Sebanyak 130 pemuda Jawa Barat mengikuti Kemah Kebangsaan yang bertempat di Kabupaten Garut, 11-12 Desember. Acara yang merupakan rangkaian dari Pembumian Pancasila ini bertujuan menciptakan karakter pemuda pemersatu, Pancasilais, dan antiradikalisme.

Acara yang diselenggarakan oleh GMKI dan Gempar ini menghadirkan sejumlah pemateri seperti Gubernur Jawa Barat yakni Ridwan Kamil, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat yakni Ridwansyah Yusuf Achmad, Tenaga Ahli Mabespolri Bidang Radikalisme dan Toleransi yakni Islah Bahrawo, serta aktivis Jakatarub yakni Wawan.

Dalam orasinya, Ridwan Kamil mengatakan bahwa pemuda harus memupuk kecintaannya terhadap Tanah Air dan menyebarluaskan semangat oleransi. Hal ini merupakan salah satu kandungan utama dari Pancasila yang harus dipahami semua pihak.

"Pancasila itu kesepakatan, (bagaimana) membangun rumah Indonesia agar lestari dan abadi karena ada perjanjian," ujar lelaki yang kerap disapa Kang Emil dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung.

Hal inipun, kata Emil, mendorong dirinya untuk terus melakukan edukasi kebangsaan kepada siapapun terutama generasi muda. Emil menerangkan tentang pentingnya menghargai perbedaan dan melihat kebinekaan sebagai anugerah dari Tuhan, bukan sebagai kebencian.

"Pancasila adalah kesepakatan untuk membangun rumah Indonesia yang lestari," ujarnya.

Dia menilai, adanya generasi muda yang terpapar paham radikal dikarenakan sejumlah faktor seperti pengetahuan agama yang minim, pendidikan, hingga persoalan ekonomi. "Itu nyata," kata dia.

Menurutnya, ideologi Pancasila apabila diganggu oleh perang pemikiran maupun paham menyimpang lainnya harus dilawan dengan pemberian pemahaman Pancasila mendalam secara bertahap. "Jadi kalau diganggu perang pemikiran, maka harus kita lawan," ujarnya.

Koordinator kegiatan, Pranjani H L Radja, menjelaskan tema dari kegiatan ini adalah merajut kebinekaan, membumikan nasionalisme, dan menjunjung Pancasila.

"Kebersamaan pemuda lintas agama dengan camping dan api unggun ini menjadi rangkaian kegiatan yang harapannya dapat menciptakan budaya toleransi antar umat beragama," ujarnya.

Dengan begitu, implementasi wawasan kebangsaan terwujud dan menjadi bukti partisipasi pemuda dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui persamaan HAM.

"Di setiap jalannya pemerintahan di Indonesia khususnya Jawa Barat," kata dia.

Aktivis perempuan, Salsabila Syaira, menilai, Kemah Kebangsaan inipun tepat untuk mengikis pandangan-pandangan terhadap perempuan sebagai masyarakat kelas dua. Adanya penilaian bahwa perempuan sulit melawan dominasi dan patriarki berdampak terhadap mudahnya kaum hawa tersebut terbawa arus.

"Sehingga perempuan lebih mudah terpapar dan jadi sasaran kelompok radikalisme dan intoleran. Jadi acara ini sangat efektif untuk memicu pikiran kritis kelompok perempuan untuk mengambil posisi sosial yang kuat," katanya.

Koordinator acara, Andreas Simanjuntak, menilai, sudah saatnya pemuda berperan aktif melawan hal-hal yang berkaitan dengan radikalisme dan intoleran khususnya di media sosial. "Sehingga dapat memitigasi tindakan intoleran di khususnya di Jawa Barat," kata dia.

Ketua KNPI Jawa Barat Ridwansyah Yusuf Achmad memastikan pihaknya akan menggelar Kemah Kebangsaan di kabupaten/kota lainnya. "Jika status pandemi covid-19 terus membaik, Kemah Kebangsaan ini bisa dipastikan akan dilanjutkan demi membumikan Pancasila," katanya.

 

Credits

Bagikan