Pemkot Bandung gencar kampanyekan tagar #StopNgebut

#StopNgebut
Bandung.merdeka.com - Kecelakaan kendaraan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. Berdasarkan data tahun 2016, kecelakaan kendaraan menempati urutan kesepuluh penyebab kematian di Kota Bandung.
Atas dasar itulah, Pemkot Bandung kembali meluncurkan kampanye terkait keselamatan berkendara di jalan raya. Kampanye lewat tagar #StopNgebut ini akan gencar dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, kampanye lewat hastag #StopNgebut ini merupakan rangkaian dan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung yang untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya. Dalam kampanye ini pihaknya bekerja sama dengan Bloomberg Philanthropies Initiative for Global Road Safety (BIGRS).
"Jadi bagaimana dampaknya kalau ngebut itu bukan hanya mencelakakan diri sendiri, tapi orang lain yang menggunakan jalan dan keluarga dan juga masyarakat banyak yang terdampak secara sosial. Mudah-mudahan pesan dari kampanye ini dapat tertangkap dapat bergerak dan peduli untuk menyuarakan lebih bertanggung jawab di jalan raya," ujar Ahyani kepada wartawan di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Kamis (16/8).
Menurut Ahyani kampanye ini akan gencar dilakukan di media sosial. Media sosial dipilih karena menjadi saluran yang efektif untuk mengingatkan masyarakat mengenai keselamatan berkendara di jalan raya lewat tagar #StopNgebut. Selain itu juga, dirinya akan menyosialisasikan kampanye tersebut ke sekolah-sekolah.
"Yang ke masyarakat kita menggunakan medsos, karena itu yang paling mudah nembus langsung ke masyarakat. Kedua kita pake jalur- jalur informasi seperti di sekolah. Targetan-targetan khusus dengan kampanye bike to school atau bike to work diintegrasikan dengan keselamatan di jalan raya," kata dia.
Apalagi kata Ahyani Kota Bandung menjadi salah satu kota yang berkomitmen terhadap keselamatan di jalan raya. Tujuannya untuk mengurangi tingkat kematian akibat kecelakaan kendaraan.
"Bandung kan memang terpilih juga sebagai salah satu kota yang berkomitmen terhadap keselamatan di jalan raya, untuk itu kami didukung berbagai program dan ditingkatkan berbagai hal seperti infrastrukturnya, dan juga kampanyenya untuk perilaku pengemudi jalan. Latar belakang kampanyenya kita ambil dari data apakah angka kecelakaan ini di Kota Bandung membawa dampak terhadap kesehatan atau kesejahteraan masyarakat. Dari data itu juga membuktikan karena kecelakaan yang tinggi," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak