Pemkot Bandung kejar 5 ribu warga yang belum rekam e-KTP

Uum Sumiati
Bandung.merdeka.com - Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Uum Sumiati mengungkapkan masih ada 5.191 warga Kota Bandung yang belum melakukan perekaman e-KTP. Padahal kurang dari satu bulan lagi, gelaran Pilkada serentak 2018 akan digelar pada 27 Juni mendatang.
Uum mengatakan, Disdukcapil Kota Bandung akan mengejar warga yang masih belum melakukan perekaman. Pihaknya sudah menyiapkan strategi agar seluruh warga mendapatkan e-KTP ataupun Surat Keterangan (Suket) sebagai syarat untuk dapat memberikan hak pilihnya.
"Kami sudah minta bantuan ke kewilayahan. Kami sudah berikan data by name by address yang belum merekam. Kami minta tolong untuk diimbau dan diundang untuk merekam e-KTP," ujar Uum kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jumat (8/6).
Uum mengaku jika pihaknya sudah berupaya untuk mengundang warga yang belum direkam untuk segera melakukan perekaman data e-KTP. Namun setelah ditunggu-tunggu rupanya masih banyak warga yang belum melalukan perekaman. Dia menduga mereka sedang berada di luar Kota Bandung.Untuk itu kata Uum, pihaknya akan membuka layanan perekaman pada 11-13 Juni 2018 di kantor Disdukcapil.
"Jadi warga bisa tetap datang ke kantor kami untuk perekaman e-KTP. Dari pukul 09.00 sampai 12.00 siang," kata dia.
Tidak hanya itu, Disdukcapil juga akan menempatkan mobil Mepeling di stasiun Kiaracondong dan Terminal Cicaheum. Hal ini dilakukan untuk mempermudah warga yang akan mudik dan belum merekam e-KTP. Sehingga warga yang mudik pada 11-13 Juni bisa merekam e-KTP di stasiun Kiaracondong dan Terminal Cicaheum. Tidak hanya itu layanan juga dibuka di Mall Festival Citylink pada hari yang sama.
"Tetapi kalau di mal kita mengikuti jam operasionalnya. Buka pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB,"ucapnya.
Lebih lanjut Uum mengatakan, Disdukcapil juga akan membuka layanan perekaman e-KTP pada hari-H pencoblosan. Namun Uum tidak menyarankan warga untuk melakukan perekaman pada hari itu. Karena jumlahnya akan sangat banyak, dikhawatirkan menumpuk.
"Tetapi apapun upaya yang kami lakukan tidak akan berarti apa-apa kalau tidak ada kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melakukan perekaman. Jadi kami harap warga bisa segera melakukan perekaman e-KTP sebelum Pilkada berlangsung," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak