Gaya super nyentrik, Rully terkenal di Pasar Lawas Cikapundung

Ketua Asosiasi Pedagang Barang Antik dan Seni Cikapundung Rully
Bandung.merdeka.com - Tampilan nan nyentrik dengan gaya busana ala jaman dulu, kumis terbelah serta melinting pada bagian ujung kiri dan kanan membuat Rully memang berbeda. Pria yang mencintai barang antik itu begitu tenar di Pasar Lawas Cikapundung.
Pedagang di Pasar Lawas Cikapundung mana yang tidak kenal dengan Rully. Mulai dari lantai dasar hingga lantai atas, semuanya tahu sepak terjang pria ini. Terlebih kala videonya yang ditujukan kepada musisi Ahmad Dhani tersebar dimedia sosial, membuat sosok Rully semakin terkenal.
Pemilik Toko Sabeulah di Pasar Lawas Cikapundung ini dikenal sebagai sosok yang ramah, pandai berdagang, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Tidak heran jika ia didapuk menjadi seorang Ketua Asosiasi Pedagang Barang Antik dan Seni Cikapundung.
Bagi Rully, barang antik bukan hanya sekedar koleksi. Melebihi dari itu, ia menilai barang antik sebagai kehidupan. Dari barang antik yang dikumpulkanya, ia bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
"Awalnya koleksi, ternyata pas dijual menguntungkan. Jadi sekarang fokus dagang. Dapat barang dari mana-mana, berbagai kota berbeda buat dapat barang yang memang antik, unik, dan berpotensi untuk diburu pembeli," ujar Rully kepada Merdeka Bandung, Minggu (18/2).
Meski mencintai barang antik sejak lama, Rully mengaku tidak memiliki barang koleksi pribadi. Semua barang antik yang didapatnya, dijual jika memang ada yang menaksirnya. Bagi Rully, berjualan barang antik merupakan hal menyenangkan yang menjanjikan.
Terlebih, kata dia, kini para pecinta barang antik tidak hanya datang dari para sepuh. Namun, kawula muda juga mulai memburu barang antik. Apalgi bagi para kawula muda yang menggeluti bisnis kuliner dengan mengusung konsep vintage pada tempatnya, tentu barang antik ini menjadi buruan.
"Ya, sekarang pecinta barang antik semakin banyak. Merambah ke anak muda juga sekarang banyak yang suka, mereka menilai ini unik dan tentunya berbeda. Dari empat tahun lalu saya dagang barang antik, secara konsisten peningkatan penjualan itu sangat terasa," jelas dia.
Meenurut Rully, para kolektor barang antik ini merupakan orang-orang yang berhasil mencintai produk dan mengerti bagaimana cara merawatnya. Tidak mudah merawat barang yang hadir sejak tahun 1980-an bahkan lebih lawas lagi dan bertahan tetap dalam kondisi baik hingga kini.
Dengan mengumpulkan barang lawas, Rully merasa mampu membangun suasana pada kehidupan dimasa kecilnya. Semua barang antik yang dimiliki membuat Rully merasa berhasil mengingat dengan sempurna memori masa kecilnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak