Soal dukungan Golkar ke Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi merasa ditinggal partai

user
Farah Fuadona 06 November 2017, 16:55 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Ketua DPD Partai Golkar, Dedi Mulyadi merasa dirinya ditinggalkan partainya sendiri, pasca penyerahan surat rekomendasi pengusungan pada Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur Jabar 2018. Dedi pun membantah jika dirinya meningglkan Golkar, partai yang sudah membesarkannya.

"Meninggalkan? Terbalik. Kita yang ditinggalkan. Setiap hari ngurus kader, kunjungan ke warga sampai suara Golkar dalam survei naik 18 persen. Kalau ditinggalkan, ya mungkin. Sikap saya, akan seperti air yang mengalir," kata Dedi saat ditemui di Kantor DPD Partai Golkar, Kota Bandung, Senin (6/11).

Meski demikian, pria yang menjabat sebagai Bupati Purwakarta, ini mengajak pengurus DPD Golkar di semuya tingkatan untuk memahami keputusan DPP partai Golkar. ‎"Jangan melakukan tindakan yang merugikan. Kecintaan pada partai harus dijaga," imbuhnya.

Disinggung mengenai pertemuan antara Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham dan Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi mengungkapkan dirinya memang turut diundang untuk menerima pengusungan tersebut. Hanya saja, dirinya berhalangan hadir karena sedang melangsungkan kegiatan di Kota Cirebon.

"Saya ditelepon bang Idrus. Ngajak ketemu ngobrol sama Ridwwan Kamil. Tapi saya ga bisa ada jadwal di Cirebon," imbuhnya.

Namun sikap legowo bisa diterima jika partai memang sudah final mengutus Ridwan Kamil untuk didorong menjadi bakal calon gubernur dari Golkar. Hanya saja, Bupati Purwakarta tersebut mengaku belum menerima surat keputusan rekomendasi DPP Golkar untuk Ridwan Kamil dan daniel Muttaqien.

"Saya sampai saat ini belum menerima (SK) itu. Kalau sudah ada, nanti akan diserahkan dan pasti akan mengundang Ridwan Kamil. Itu Kewajiban saya dari institusi sebagai ketua DPD Partai Golkar," katanya.

Selain mengundangnya, Dedi Mulyadi akan mengadakan acara khusus yang berisi kesenian, sekaligus mengajak seluruh pengurus partai di semua tingkat untuk hadir. "Kamai akan mengundang pasangan (Ridwan Kamil - Daniel Muttaqien). Nanti disiapin acaranya. Sekaligus nanti ada curah gagasan," ucapnya.

Usai ditinggal partai, kemana langkah Dedi Mulyadi?

Ketua DPD Golkar Dedi Mulyadi masih belum mau memutuskan sikap politiknya terkait beralihnya dukungan DPP, pada Ridwan Kamil. DPP resmi mendukung Wali Kota Bandung untuk menjadi bakal calon gubernur Jabar 2018.

"Orang Sunda-kan Jodo, pati, bagja cilaka (jodoh, mati, rezeki dan celaka) kehendak Tuhan. Manusia bisa berencana, Tuhan yang menentukan," kata Dedi, di Kantor DPD Golkar, Kota Bandung, Sabtu (6/11).

Dedi pun tak bisa melawan takdirnya jika, DPP sudah final untuk memutuskan lawan politiknya tersebut. Ibarat air mengalir, Dedi mengaku memilih menjalani apa yang bisa dijalani.

"Saya akan berjalan seperti air mengalir. Semoga DPD partai golkar ter-konsolidssi dengan baik," jelasnya. Hal itu sekaligus menjawab spekulasi bahwa Dedi akan melompat ‎ke Partai PDIP.

Bupati Purwakarta tersebut mengaku belum menerima surat keputusan rekomendasi DPP Golkar untuk Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien.

Kredit

Bagikan