Polisi temukan bahan baku untuk bikin bom panci di Bandung


Bandung.merdeka.com - Polisi menggeledah rumah terduga terosis AAS (sebelumnya ditulis A) yang berlokasi di Kompleks Cibolerang Blok C 49 RT 04 RW 04, Kelurahan Margahayu Utara Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (12/7) petang. Dari hasil penggeledahan di lokasi tersebut, polisi menemukan bahan baku pembuatan bom panci.
"Kita temukan bahan bakunya aseton dan ada beberapa bahan baku yang lain. Aseton adalah bahan baku bom panci," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di lokasi penggeledahan.
AAS sendiri telah ditangkap oleh tim Densus 88 di wilayah Cibiru Kota Bandung pada Selasa (11/7) malam. AAS diduga memiliki keterlibatan dengan jaringan bom panci AW di Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung beberapa waktu lalu.
Menurut Yusri, AAS ini memiliki peran bersama Kodar (26) dan Agus Wiguna (22) membuat perencanaan peledakan bom di beberapa tempat. AAS juga membantu merakit bom bersama Agus Wiguna.
"AAS ini perannya merencanakan dan membantu membuat bom, tapi semuanya pembuatannya di tempat kos AW. Termasuk merencanakan di sana membuat di sana. Tetapi di sini ada kita temukan bahan baku ini. Yang membuat AW bersama-sama (AAS dan K), tapi otaknya yang mengendalikan AW," katanya.
Bom panci yang dibuat oleh jaringan Agus Wiguna Cs ini rencananya akan diledakkan di tiga tempat, yakni gereja di Buahbatu, rumah makan di Astana Anyar, dan sebuah kafe di Braga.
"Rencananya bom panci akan diledakan pada 16 Juli nanti di salah satu cafe di Jalan Braga, yang dua lain bukan bom panci yang digunakan. Bom bentuknya bom kaleng dia rencanakan," ujarnya.
Selain bahan baku bom, polisi menemukan beberapa senjata tajam. Senjata yang ditemukan oleh polisi di kontrakan AAS berupa dua bilah pisau. Senjata tajam ini diduga akan digunakan untuk menyerang aparat kepolisian.
"Ini yang sementara kita lakukan penggeledahan hari ini. Adapun barang bukti ada beberapa yang sudah kita temukan, termasuk ada beberapa senjata tajam yang mungkin akan dilakukan untuk penyerangan terhadap anggota Polri dalam hal ini aparat keamanan," ujar Yusri.
Selain itu, pihak kepolisian juga menyita barang bukti lainnya seperti dokumen pribadi dan dokumen tentang ajaran agama. Semua barang bukti selanjutnya dibawa untuk diteliti lebih lanjut. "Untuk penyerangan terhadap anggota polisi ini masih kita dalami," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak