Pilkada Serentak, KPU Jabar bakal rekrut 800 ribu petugas


Pilkada Serentak
Bandung.merdeka.com - Meski Pilkada serentak 2018 baru akan berlangsung sekitar satu tahun lebih, tapi ancang-ancang sudah dilakukan KPU Jabar selaku penyelenggara. KPU Jabar akan merekrut sekitar 800.000 petugas yang akan disebar ke 28 kabupaten/kota.
"Saya kira jumlahnya diperkirakan mencapai 800.000 orang itu ditambahkan dengan sekretariat dan lainnya," kata Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat di Bandung, Sabtu (8/4).
Jumlah itu menurutnya sudah berdasarkan perhitungan, karena nanti mereka akan bekerja mulai di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Selain untuk mengawal Pilgub Jabar 2018, sebagian petugas lainnya akan bekerja ekstra mengawal jalannya pemilihan kepala daerah (pilkada) di 16 kabupaten/kota yang pelaksanaannya bersamaan dengan Pilgub Jabar 2018.
Dengan banyaknya petugas yang terlibat, kata Yayat, tidak heran jika anggaran yang tersedot untuk membiayai honor petugas mencapai lebih dari 60 persen. KPU Jabar sendiri bakal disuntik Rp 1,1 triliun untuk menyelenggarakan Pilgub Jabar nanti.
Sementara sisanya akan digunakan untuk belanja langsung, seperti pembuatan bahan kampanye dan alat peraga kampanye bagi setiap pasangan calon peserta Pilgub Jabar 2018.
Dia menuturkan, khusus petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) akan direkrut sebulan sebelum hari H Pilgub Jabar. Sementara petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) mulai direkrut sekitar Agustus-September 2017 mendatang melalui rekrutmen terbuka (open recruitment).
"Kami harap masyarakat berperan aktif menjadi bagian dari pasukan ini," katanya.
Dia juga mengungkapkan, sebagai bentuk apresiasi bagi para petugas demokrasi itu, honor yang disiapkan KPU pun kini lebih besar. Bahkan, khusus petugas di 16 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada, mereka akan menerima tambahan honor.
"Yang pasti, khusus petugas di 16 kabupaten/kota itu, akan menerima honor 80 persen dari honor maksimal sesuai ketetapan menteri keuangan," imbuhnya. ‎Hanya saja dari segi jumlah dia tidak memerincinya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak