Mengapa beruang di bonbin Bandung kurus? Begini jawaban pengelola

Kardit, beruang madu di Kebun Binatang Bandung
Bandung.merdeka.com - Kardit, nama beruang madu koleksi Kebun Binatang Bandung menjadi sorotan berbagai pihak. Beruang Madu berusia 20 tahun ini mendadak ramai diperbincangkan oleh masyarakat setelah diberitakan oleh salah satu media asing terkait kondisinya yang dinilai memprihatinkan.
Salah satu komunitas pecinta satwa, Yayasan Scorpion Indonesia, bahkan membuat petisi di situs Change.org. Petisi tersebut yang ditujukan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya untuk menyelamatkan beruang madu di Kebun Binatang Bandung.
Humas Kebun Binatang Bandung (KBB) Sudaryo menyebut ada berbagai faktor penyebab ukuran fisik Kardit yang tergolong kecil bila dibandingkan beruang lainnya. Dia menduga salah satu penyebabnya karena faktor genetik.
"Bisa aja karena faktor turunan ya. Kan manusia juga karena turunan bisa kurus, tapi sehat kan. Ada turunan gemuk bisa aja kan. Kan sama turunan makhluk seperti itu," ujar Sudaryo kepada wartawan di Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari, Kamis (19/1).
Di kandang yang ditempati Kardit, ada empat ekor beruang yang terdiri dari 3 ekor betina dan 1 ekor jantan. Kardit adalah satu-satunya beruang jantan di kandang tersebut. Beruang Madu tersebut berasal dari Sumatera.
Menurut Sudaryo, pihaknya selalu rutin memberi makan beruang-beruang tersebut. Beruang-beruang itu diberi makan pepaya dan pisang dua kali sehari yakni saat pagi dan siang. Hal itu rutin dilakukan untuk memenuhi kesehatan satwa.
Kalau vitamin biasa kita kasih rutin. Vaksin itu untuk kesehatannya kan supaya terjaga. Sekarang kita apa perlu mereka (Beruang) gemuk? Kan enggak kan, yang diperlukan pengelola kan sehat," katanya.
Sudaryo pun kembali menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan dokter internal Bonbin Bandung, kondisi mereka dinyatakan sehat.
"Kondisinya sehat normal. Artinya dari makan dan cara makan, pergerakan, itu semua normal. Yang penting bahwa sampai hari ini di usia 20 tahun ini sehat," ujar Sudaryo.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak