Pemkot Bandung bikin sistem Open Data, warga bisa ikut awasi


Bandung.merdeka.com - Transparansi dan akuntabilitas sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap pemerintah di era informasi ini. Maka dari itu, pemerintah ditantang untuk memenuhi keinginan masyarakat dengan menyediakan informasi dan data yang mereka butuhkan.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung menjawab tantangan tersebut dengan membangun sistem Open Data sejak akhir tahun 2014 lalu. Sistem ini menjadi ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Asep C. Cahyadi usai membuka kegiatan XBot (Explore Bandung Open Data) 2016 yang diselenggarakan di Grand Gucci Hotel Bandung, Jumat (2/12).
Asep mengatakan, sistem Open Data ini tidak hanya memungkinkan masyarakat untuk dapat mengakses informasi yang mereka butuhkan tetapi masyarakat bisa berperan aktif dalam mengawal pembangunan daerah.
"Sistem ini memungkinkan bagaimana partisipasi masyarakat dalam melakukan kontrol terhadap program pemerintah dan bisa memberikan alternatif solusi bagi permasalahan daerah," ujar Asep dalam rilis yang diterima Merdeka Bandung.
Ia menambahkan, sistem ini juga mampu menyinergikan tiga domain pemerintahan, yakni masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta. "Dengan demikian, pelayanan masyarakat dikawal oleh semua segmen masyarakat," katanya.
Untuk mendukung sistem tersebut, Diskominfo Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan XBot, yakni rangkaian seminar dan workshop selama 3 hari dari 2-4 Desember 2016.
Acara yang diikuti oleh 200 peserta itu melibatkan para mahasiswa dan komunitas serta menggandeng Data Science Indonesia sebagai mitra. Targetnya adalah pemanfaatan data Kota Bandung yang dilansir di portal Open Data Kota Bandung di tautan data.bandung.go.id.
Mahasiswa dan komunitas anak muda, dikatakan Asep, dipilih karena mereka merepresentasikan sebagian masyarakat Kota Bandung saat ini dan merupakan aset di masa depan.
"Kota Bandung ini kota pemuda, di mana 60% populasinya berusia di bawah 40 tahun. Dan anak-anak muda inilah yang kelak akan menjadi harapan bangsa ini di masa depan," ucap Asep.
Acara tersebut diisi oleh para narasumber yang ahli di bidangnya, seperti Aris Budi Wibowo yang akan mengulas tema Analisis Data, Cleaning Data, dan Data Mining serta Dio Ariadi yang akan memberikan lokakarya tentang Data Visualization.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak