1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

PT KCIC dan Kodam III Siliwangi Tukar Aset untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Menyerahkan tanah seluas 210 hektar berlokasi di Desa Cijayana dan Samudra Jaya serta dua fasilitas kolam renang di Cirebon dan Pangalengan".

PT KCIC dan Kodam III Siliwangi. ©2019 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Jum'at, 05 Juli 2019 18:32

Merdeka.com, Bandung - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan Kodam III Siliwangi melakukan tukar aset untuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Sebagian kecil tanah dan bangunan milik TNI yang berada di Brigif 15 Kujang akan menjadi bagian dari proyek kereta cepat.

Hal itu terungkap usai penandatanganan perjanjian antara Kodam III Siliwangi dengan PT Kereta Cepat Indonesia China tentang pelaksanaan tukar menukar aset negara berupa tanah dan bangunan di Brigif 15 Kujang Kodam III Siliwangi yang terdampak jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Hadir langsung Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China Chandra Dwiputra dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono.

Dirut PT KCIC Chandra Dwiputra mengatakan pihaknya menyerahkan 210 hektar tanah di desa Cijayana dan Samudra Jaya yang berada di Kabupaten Garut serta fasilitas kolam renang yang berada di Cirebon dan Pangalengan. Sementara Kodam III Siliwangi menyerahkan lahan seluas 2,7 hektar di Brigif 15 milik TNI yang lokasinya berada di pinggir jalan tol.

"Menyerahkan tanah seluas 210 hektar berlokasi di Desa Cijayana dan Samudra Jaya serta dua fasilitas kolam renang di Cirebon dan Pangalengan. Sementara lahan 2,7 hektar di Brigif 15 milik TNI dikelola oleh kita (untuk proyek kereta cepat)," kata Chandra kepada wartawan seusai acara penandatanganan perjanjian yang digelar di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Jumat (5/7)

Chandra menyebut, dengan adanya perjanjian tersebut, proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dapat lebih progresif. Nantinya lahan di Brigif akan dikelola oleh KCIC.

"KCIC punya konsesi dari departemen perhubungan 50 tahun. Setelah 50 tahun semua sepanjang trase itu diserahkan ke pemerintah lagi yaitu kementerian perhubungan lagi. Jadi engga kemana-mana, tanah itu tetap milik pemerintah,"katanya.

Chandra mengungkapkan saat ini progres pembangunan kereta cepat sudah mencapai 23 persen. Dia menargetkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dapat selesai pada tahun 2021 mendatang.

"Proyeknya kita sudah dapat 23 persen, jadi masih on the track. Kemudian kalau tunnel (terowongan) kita punya 13, yang sudah tembus baru satu. Kemudian sepanjang trase 142 km itu kita sudah mulai di 140 titik pekerjaannya. Target kita tetap di 2021 bisa beroperasi," ungkapnya.

Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan tanah yang ditukar dengan PT KCIC hanya sebagian kecil, sebab lokasinya berada di pinggir jalan tol. Pihaknya pun sudah melaporkan kepada penglima TNI dan telah disetujui karena merupakan program pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

"Jadi sebetulnya sedikit sekali tanah yang kena, pinggir jalan tol. Itu dipake latihan juga engga bisa. Jadi kita laporakan pimpinan bahwa panglima tni beliau setujui yang penting terbaik kita mendukung tujuan program pemerintah dan juga masyarakat di Bandung biar cepat kalau mau ke Jakarta," kata Tri.

Dia menyebut, proses pertukaran aset ini dinilai melalui tim appraisal dri Kementrian Keuangan. Jadi nilai bangunan yang ditukar sama dengan harga tanah ditambah dua pembangunan kolam renang di Pangalengan dan Cirebon.

"Semuanya yang 2,7 hektar ini (nilainya) sekitar Rp135 miliar, sedangkan yang ditukarkan itu Rp144 miliar," ucapnya.

Lahan yang diserahkan oleh KCIC nanti akan digunakan untuk latihan para prajurit TNI.

"Kami rencanakan daerah latihan. Mungkin ke depannya lagi apabila renstra kita bisa membuat satuan baru kita buat satuan baru, tapi itu masih lama. Dalam waktu dekat ini akan digunakan untuk latihan," katanya.

 

(ES/DR)
  1. Infrastruktur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA