1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Produk Cat Tembok Maritex Kantongi Sertifikat Halal Dari MUI

"Saat ini, konsumen sudah mulai kritis dan selalu mencoba mencari tahu tentang produk yang digunakan baik yang dimakan,dihirup, maupun sentuh".

Yusup Aristiana. ©2019 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 14 Maret 2019 20:01

Merdeka.com, Bandung - Maritex, sebuah brand cat mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Salah satu produk dari PT. Rajawali Hiyoto itu secara resmi mengumumkan kabar tersebut kemarin, Rabu (13/3) di Zest Hotel.

Brand Manager Maritex, Yusup Aristiana mengatakan, seiring meluasnya pemasaran produk Maritex di area berpenduduk mayoritas muslim, PT Rajawali berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dan kepercayaan pelanggan.

"Dengan adanya sertifikasi halal ini bertujuan untuk membuat konsumen terutama umat muslim merasa aman, nyaman dan tentram dalam menggunakan rangkaian produk Maritex," ujar Yusup kepada Merdeka Bandung, Rabu (13/3).

Untuk mendapat sertifikasi halal ini, LPPOM-MUI telah melakukan serangkaian uji terhadap bahan baku, proses produksi, teknologi, serta sistem management perusahaan.

Kemudian, memberikan Sertifikasi Jaminan Halal (SJH) untuk seluruh rangkaian produk Maritex yaitu cat tembok, cat kayu, dan besi, cat genteng, wall filler, politer, hingga zincromate.

"Saat ini, konsumen sudah mulai kritis dan selalu mencoba mencari tahu tentang produk yang digunakan baik yang dimakan, dihirup, maupun sentuh," kata dia.

Menurut Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim, PT Rajawali Hiyoto awalnya sebagai produsen cat mempertanyakan tentang perlu tidaknya produk cat disertifikasi. Kemudian, MUI memproses sertifikasi ini.

"Ini sifatnya kan sukarela proses sertifikasi halalnya. Nah PT Rajawali ini pro aktif luar biasa. Jarang ada perusahaan cat yag pro aktif. Saya salut kerena mereka mengerjakan sesuatu yang tak populis," kata dia.

Lukman menilai, cat harus disertifikasi halal karena bersentuhan langsung dengan ibadah. Cat pun, bersentuhan dengan masjid.

"Kalau masjid di cat pake bahan mengandung najis, ibadahnya bagaimana," ujarnya.

Lukman mengatakan, untuk mengeluarkan sertifikasi halal pada produk cat ini, pihaknya harus meneliti kandungan catnya. Ternyata, cat bahannya mengandung pigmen, binder (resin), solvent, dan additive.

"Nah, bindernya ini bisa mengandung gelatin. Kan gelatin ada yang berasal dari babi," katanya.

 

 

 

 

(ES/AA)
  1. Bisnis
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA