1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Pemkot Samarinda belajar penataan PKL ke Kota Bandung

"Saya yakin, Kota Bandung sebagai kota wisata yang banyak dikunjungi orang juga punya persoalan sama, saya lihat di sini PKL terbilang tertib".

Ema Sumarna. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Kamis, 08 November 2018 14:59

Merdeka.com, Bandung - Pemerintah Kota Samarinda memboyong sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) ke Kota Bandung, Kamis (8/11). Kedatangan mereka untuk belajar tentang penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung.

Sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Samarinda di antaranya yaitu, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, Dandim 0901/Samarinda, Letkol Inf M Bahrodin, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Samarinda, Hongkun Otoh, dan perwakilan Kejaksaan Negeri Samarinda, Romli.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda, AKBP Ruskan sempat meminta penjelasan secara detail tentang penataan PKL di Kota Bandung. Sama seperti halnya di Kota Bandung, PKL juga menjadi bagian masalah di Kota Samarinda.

"Saya yakin, Kota Bandung sebagai kota wisata yang banyak dikunjungi orang juga punya persoalan sama, tapi saya lihat di sini PKL terbilang tertib," kata dia.

Plh. Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna pun menjelaskan, penanganan PKL bisa teratasi di Kota Bandung. Hal itu karena penanganannya lintas sektoral dan memperoleh dukungan dari para pimpinan daerah di instansi vertikal.

"Pemkot Bandung membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgasus) PKL yang diketuai langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung. Satgasus ini bisa mengoordinasikan berbagai dinas untuk turut menyelesaikan persoalan ini," ungkap Ema.

Sebelum ada Satgassus PKL, kata Ema, penanganan PKL hanya oleh pejabat setingkat kepala seksi dengan kewenangan yang terbatas. Pejabat tersebut secara tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) tidak dapat leluasa melakukan koordinasi dengan dinas lain.

"Sementara PKL ini lintas sektoral, harus ditangani oleh Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Di Satgassus ini lengkap, dari mulai perencanaan, pembinaan, hingga pengawasan dan penindakan,"ucap Ema.

Ema pun memberikan contoh-contoh penataan yang berhasil dilakukan, seperti PKL di alun-alun Bandung, Jalan Merdeka, Tamansari dan Jalan Malabar.

"Tapi kami belum bisa bilang penataan PKL sudah selesai. Belum. Tapi kami terus berproses, semakin hari semakin baik," akunya.

Usai diterima di ruang tengah Balai Kota Bandung, rombongan mengunjungi Bandung Command Center dan Museum Kota Bandung yang baru saja diresmikan.

 

(ES/DR)
  1. Pemerintahan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA