1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Pasar Gedebage Kebakaran, Emil minta PT Ginanjar bertanggung jawab

"Kebakaran ini terjadi selalu (terjadi) di pasar milik swasta. Sehingga saya meminta pertanggung jawaban dari PT Ginanjar".

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Selasa, 04 September 2018 12:20

Merdeka.com, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meninjau lokasi kebakaran di Pasar Gedebage, Selasa (4/9). Kebakaran yang terjadi di los 6, 7 dan Auning ini menghanguskan ratusan kios milik pedagang.

Pria yang akrab disapa Emil ini sempat berkeliling ke lokasi yang terbakar. Dia pun sempat berdialog dengan para pedagang terkait peristiwa kebakaran yang terjadi Senin petang kemarin.

"Ini kebakaran terjadi, karena ada api datang dari pedagang ayam, kemudian menjalar kebetulan di musim kemarau ini anginnya besar," ujar Emil kepada awak media di sela peninjauan.

Emil mengaku menyesalkan kelalaian pengelolaan Pasar Gedebage oleh pihak swasta yakni PT Ginanjar. Menurut dia, pihak pengelola dinilai kurang memperihatikan aspek proteksi kebakaran. Apalagi kebakaran yang terjadi bukanlah yang pertama kali terjadi di mana sebelumnya, pasar Gedebage sempat dilanda kebakaran pada Juli lalu.

"Pasar ini dikelola swasta jadi saya menyesalkan tata cara pihak swasta jauh dari safety. Di lahan Gedebage ini terbagi dua, ada lahan PD Pasar tanggung jawab pemkot dan ada pasar milik swasta. Kebakaran ini terjadi selalu (terjadi) di pasar milik swasta. Sehingga saya meminta pertanggung jawaban dari PT Ginanjar untuk memberikan tanggung jawab dalam situasi," katanya.

Menurut Emil, pihak PT Ginanjar tidak memperhatikan faktor-faktor keselamatan pada bangunan pasar seperti tidak menyediakan alat pemadam api untuk mengantisipasi kebakaran di masing-masing kios pedagang. Padahal, kata Emil, hal tersebut merupakan bagian penting dan wajib disediakan. Apalagi pihak konsumen yang merupakan pedagang rata-rata harus membeli kios sebesar Rp 50 hingga Rp 70 juta.

"Padahal dari api kecil dari pedagang dulu bisa dipadamkan oleh tabung pemadam. Harusnya disediakan pihak swasta," ucapnya.

Selain itu juga, pihak pengelola dinilai tidak mengelola secara profesional, karena jalur kendaraan di sekitar pasar dihabiskan oleh PKL.

"Karena tidak mengelola secara profesional jadi jalur kendaraan dihabiskan oleh PKL. Sehingga kendaraan tidak bisa masuk, menambah lagi tingkat kecepatannya lebih repot. Jadi intinya jangan hanya mengejar duit, ekonomi, tapi mengabaikan keselamatan," paparnya.

Lebih lanjut Emil mengatakan, pihaknya akan bertemu dengan PT Ginanjar dalam waktu dekat. Pihaknya meminta pertanggungjawaban, karena kasus kebakaran di Pasar Gedebage kembali terulang.

"Secepatnya Minggu ini (bertemu). Hari ini saya kirim surat, harusnya Minggu ini saya bereskan. Karena ini berulang dari perilaku yang tidak profesional. Poinnya‎ kami menuntut PT ginanjar untuk bertanggung jawab pada kebakaran ini, menyempurnakan sop safetynya, memperbaiki layoutnya supaya hal seperti ini tidak terulang terus dan merugikan ekonomi pedagang," kata dia.

Terkait proses hukum, ia menyerahkan kepada pedagang. Menurutnya Pemkot hanya bertindak sebagai regulator.

"Fakta-faktanya harus dihimpun dulu. Kalau memang ada tuntutan hukum lebih dari pedagang sebagai konsumen, kalau kita sebagai regulator," katanya.

 

(ES/DR)
  1. Pasar Tradisional
  2. Kebakaran
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA