1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Millennial Wajib Mengenal Blockchain, Teknologi yang Diprediksi Paling Berpengaruh

"Teknologi blockchain tak bisa dilepaskan dari teknologi internet, dan perkembangannya".

Ilustrasi . ©2021 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Rabu, 15 Desember 2021 20:15

Merdeka.com, Bandung - Belakangan ini istilah blockchain sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, apalagi semenjak pandemi Covid–19, yang mengubah sedikit banyak kebiasaan masyarakat. Blockchain sendiri, pertama kali muncul pada sekitar tahun 2009.

Dipercaya, Satoshi Nakamoto adalah penggagas blockchain. Bukan nama orang, melainkan sebuah username atau alias di forum programming. Blockchain pun dianggap jadi penemuan yang bisa mengubah masa depan. Salah satu produk dari blockchain adalah mata uang kripto, seperti bitcoin.

Di Indonesia sendiri, segala yang berkaitan dengan blockchain mulai menjadi tren. Bahkan, Presiden Joko Widodo meminta anak muda mendalami lagi soal AI dan bitcoin, supaya bisa beradaptasi dengan perubahan di dunia luar.

Tak bisa dipungkiri, di era Presiden Jokowi memang sangat mendorong perkembangan industri teknologi. Mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Internet of Things atau IoT, big data, dan tentu saja cryptocurrency.


Belum lagi, belakangan ini gembar-gembor metaverse begitu ramai diperbincangkan. Terlebih, setelah salah satu raksasa Internet, Facebook, mengganti namanya menjadi Meta. Disebutkan, proyek ini akan melibatkan beberapa merek ternama.

Di dalam metaverse, penggunaan cryptocurrency atau mata uang kripto tentu tak bisa dielakkan. Andy Villa Jr, CEO dari Avstar menjelaskan kenapa teknologi blockchain akan menjadi roda penggerak kehidupan di masa yang akan datang.

"Teknologi blockchain tak bisa dilepaskan dari teknologi internet, dan perkembangannya. Sejumlah keunggulan dari teknologi ini, tak hanya bisa dinikmati oleh individu saja, tapi juga dalam urusan bisnis," kata Andy Villa Jr.

Andy Villa Jr juga meyakini bahwa penerapan teknologi blockchain, baik dalam metaverse maupun dalam cryptocurrency tinggal menunggu waktu saja. Untuk itu, ia berharap masyarakat Indonesia, terutama generasi millennial harus lebih memahami lagi serba-serbi blockchain dan teknologi turunannya seperti cryptocurrency.

Melansir dari Markets Insider, investor dan perusahaan besar berani bertaruh bahwa generasi muda akan sangat antusias terhadap metaverse, dan menjadi pendorong utama masa depan virtual.

(ES/ES)
  1. Bisnis
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA