1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Lakukan Penelitian, STP NHI Bandung Bantu Empat Desa Wisata di Pulau Jawa

"Keempat desa wisata tersebut mempunyai tiga klasifikasi desa wisata yang berbeda berdasarkan klasifikasi".

Ketua STP NHI Bandung, Faisal. ©2021 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Rabu, 14 Juli 2021 18:22

Merdeka.com, Bandung - Dalam rangka melaksanakan Dua Dharma Perguruan Tinggi yaitu penelitian dan
pengabdian masyarakat, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung mengadakan kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M).

Kegiatan dilakukan pada semester pertama tahun 2021, dimulai dari bulan April dengan pengumpulan proposal dan akan berakhir di bulan Juli dengan pengumpulan artikel jurnal. Kegiatan P2M dilaksanakan di empat desa wisata di Pulau Jawa.

Keempat desa wisata tersebut adalah Desa Wisata Ngargoretno di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Desa Wisata Pandanrejo di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Desa Wisata Pagerharjo di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Desa Wisata Neglasari di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ketua STP NHI Bandung, Faisal, MM.Par., CHE. mengatakan, pemilihan keempat
desa wisata tersebut sudah berkoordinasi dengan Badan Otorita Borobudur (BOB) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat.

"Keempat desa wisata tersebut mempunyai tiga klasifikasi desa wisata yang berbeda berdasarkan klasifikasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dalam Buku Pedoman Desa Wisata, Kemenpar, Edisi I September 2019," jelasnya dilansir dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung.

"Desa Wisata Neglasari, Kab.Garut masuk
dalam klasifikasi desa wisata rintisan, Desa Wisata Pagerharjo, Kab.Kulonprogo masuk dalam klasifikasi desa wisata berkembang, Desa Wisata Pandanrejo, Kab.Purworejo dan Desa Wisata Ngargoretno, Kab.Magelang masuk dalam klasifikasi desa wisata maju," sambungnya.

Pemilihan desa wisata di sekitar BOB menyesuaikan dengan kebijakan BOB yang
mengembangkan pola perjalanan wisata (travel pattern) yang menghubungkan Magelang, Purworejo, dan Kulon Progo.

Travel Pattern ini disebut dengan istilah Gelang Projo yang merupakan singkatan dari Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo. Sementara itu untuk Desa Wisata Neglasari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut dipilih karena merupakan salah satu desa wisata yang direkomendasikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)
Jawa Barat.

"Setelah tim STP NHI Bandung melakukan survey ke desa wisata tersebut pada
akhir Maret 2021, diambil kesimpulan bahwa Desa Wisata Neglasari mempunyai potensi wisata yang belum banyak dikembangkan sehingga cocok menjadi salah satu lokasi penelitian," jelasnya.

Sebanyak 122 dosen dalam 27 kelompok telah mengumpulkan proposal P2M. Sebagian besar dosen sudah melaksanakan penelitian dan sebagian kecil dosen sedang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam semester I di Tahun 2021 ini.

Beberapa contoh judul P2M para dosen tersebut antara lain, 'Peningkatan Kompetensi Pekerja Pariwisata di Desa Wisata Pagerharjo, Kabupaten Kulonprogo, DIY', dan 'Pengembangan akfivitas Wisata Sungai Cilimbung dalam mendukung Desa Wisata Neglasari, Kabupaten Garut'.

(ES/AA)
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA