1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Jelang Idul Adha, Pemkot Bandung Sebar Petugas untuk Periksa Hewan Kurban

"Nanti para petugas akan mengalungkan tanda kepada hewan-hewan yang sehat dan layak".

Gin Gin Ginanjar. ©2019 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Rabu, 07 Agustus 2019 19:35

Merdeka.com, Bandung - Pemerintah Kota Bandung menyebar ratusan petugas untuk memeriksa hewan kurban yang dijual para pedagang. Sedikitnya ada 100 orang petugas yang diterjunkan ke seluruh wilayah Kota Bandung.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, hewan kurban yang dijual oleh para pedagang harus memenuhi kriteria sehat dan layak. Hewan kurban yang memenuhi kriteria akan diberi kalung bertuliskan sehat dan layak.

"Nanti para petugas akan mengalungkan tanda kepada hewan-hewan yang sehat dan layak. Kita telah menyiapkan 35.000 kalung sehat dan layak," kata Gin Gin kepada wartawan, Rabu (7/8).

Menurut Gin Gin, para petugas akan disebar ke 30 kecamatan di seluruh Kota Bandung. Untuk teknisnya nanti para perugas akan mengunjungi tempat-tempat berjualan hewan kurban. Disana petugas aman memeriksa bagian mata, kulit, telinga, kaki, hingga saluran pembuangan hewan kurba yang dijual.

Selain pemeriksaan fisik, Satgas juga akan memeriksa surat jalan yang dimiliki para pedagang. Hal itu perlu karena sebagian besar hewan kurban Kota Bandung datang dari luar kota.

Gin Gin memperkirakan akan ada peningkatan jumlah hewan kurban di tahun ini sebesar 5 persen. Hal tersebut karena adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban berkurban.

Pihaknya juga akan menerjunkan petugas saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban (post mortem). Hal ini untuk memastikan daging-daging kurban juga sehat dan layak dikonsumsi.

"Kita periksa kepala, hati, limpa, dan sebagainya," ucap Gin Gin.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan (Kesra) Kota Bandung, Bambang Sukardi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik (pengemasan) dalam proses distribusi hewan kurban.

"Sesuai surat edaran pak wali kota, disarankan untuk tidak menggunakan kantong plastik," ujarnya.

Adapun opsi lain, Bambang menyebutkan, pembungkusan hewan kurban bisa diganti menggunakan bahan yang memiliki nilai edukasi lingkungan seperti daun jati atau daun pisang.

"Namun, hal tersebut kami kembalikan kepada panitia. Di kewilayahan, anjuran ini sudah kami minta untuk disosialisasikan secara maksimal," ucapnya.

Bambang mengimbau kepada unsur kewilayahan agar dapat menyampaikan instruksi ini guna menekan jumlah sampah plastik saat Hari Raya Idul adha nanti.

(ES/DR)
  1. Idul Adha
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA