1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Jaga Stabilitas Harga, Disdagin Imbau Masyarakat Tak 'Panic Buying'

"Jadi intinya kepada masyarakat tetap cermat. Tetap membeli secara proporsional tidak berlebihan," kata Eric.

Kepala Disdagin Kota Bandung Eric M Attaurik. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Selasa, 11 Desember 2018 16:38

Merdeka.com, Bandung - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) mengimbau kepada masyarakat agar menjadi konsumen cerdas jangan memborong karena panik atau panic buying menjelang akhir tahun. Disdagin memastikan stok pangan hingga akhir tahun dalam kondisi aman.

"Stok masih terkendali. Menjelang hari besar keagamaan dan tahun baru kami imbau masyarakat untuk tidak panic buying, tidak mengkonsumsi berlebihan, tetap proporsional," ujar Kepala Disdagin Kota Bandung Eric M Attaurik kepada wartawan di Hotel Grandia, Selasa (11/12).

Eric mengungkapkan, jika masyarakat mengalami panic buying justru akan terjadi kelangkaan. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat harga komoditas mengalani kenaikan.

"Jadi intinya kepada masyarakat tetap cermat. Tetap membeli secara proporsional tidak berlebihan," kata dia.

Eric mengungkapkan, kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan jelang akhir tahun. Mengingat Kota Bandung sebagai kota konsumsi, Kota Bandung juga menjadi destinasi wisata.

"Bandung itu kota konsumsi. Apalagi saat ini libur panjang, anak-anak sekolah mulai libur. Hotel-hotel dan tempat-tempat wisata pasti akan disarangi wisatawan. Nah ini yangperlu dimonitor," ucapnya.

Eric mengaku pihaknya akan melakukan pemantauan secara khusus terhadap pergerakan harga kepokmas di akhir tahun. Bahkan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan akan terjun langsung ke lapangan.

"Pihak kementerian mulai tanggal 16 Desember akan melakukan pemantauan ke lapangan untuk mengantisipasi hari besar keagamaan. Jadi kita cukup concern. Kita juga akan menggelar bazar murah. Tanggal 20 Desember akan kita gelar di Kecamatan Cibenuying Kaler dan tanggal 21 Desember di Kecamatan Andir," katanya.

(ES/DR)
  1. Ekonomi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA