1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Ingin memutihkan gigi dengan bleaching, ini ulasannya

"Sebelum melakukan bleaching, harus dilakukan diagnosa dulu. Jika memang dibutuhkan untuk melakukan bleaching ya akan dilakukan," ujar Zulmi.

Ilustrasi gigi putih. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 25 Oktober 2018 11:12

Merdeka.com, Bandung - Sebagian orang menganggap bahwa memiliki gigi putih berkilau terlihat mampu membuat penampilan semakin memukau. Beragam carapun digunakan untuk mendapat gigi putih bersih. Terlebih, belakangan ini sederet produk pemutih gigi begitu mudah ditemui khususnya pada penjualan secara online.

Sebenarnya, sahih bagi siapa saja yang memutuskan untuk memutihkan gigi dengan beragam cara. Harga yang ditawarkan untuk sederet cara pemutihan gigi ini juga sangatlah variatif. Bagi mereka yang memiliki dana lebih untuk mendapat gigi putih bersinar, kerap mempercayakan proses ini kepada ahlinya yakni dokter.

Pemutihan gigi atau bleaching sebenarnya bukan hal baru di dunia medis. Ada begitu banyak orang yang telah melakukan pemutihan gigi dan berhasil. Meski tak memiliki resiko atas tindakan pemutihan gigi yang dilakukan oleh dokter spesialis gigi, tetapi bagi sebagian orang yang memiliki kasus gigi sensitif tentu saja ini akan menjadi ‘PR’ yang mengkhawatirkan.

Dokter gigi di The Clinic, drg. Zulmi Anwar Nasution mengatakan, tidak sembarang orang bisa melakukan bleaching. Soalnya, ada proses pemeriksaan kesehatan gigi yang harus dilakukan guna mengetahui bagaimana kondisi kesehatan gigi dan mulut sang pasien.

"Sebelum melakukan bleaching, harus dilakukan diagnosa dulu. Jika memang dibutuhkan untuk melakukan bleaching ya akan dilakukan," ujar Zulmi kepada Merdeka Bandung saat ditemui di The Clinic, Jalan Sulanjana, Kamis (25/10).

Bleaching merupakan upaya untuk memperindah kondisi gigi. Biasaya, bleaching dilakukan oleh mereka yang memiliki gigi dengan kondisi sangat kuning ataupun berwarna keabuan. Bicara soal gigi kuning, pada dasarnya warna gigi orang Indonesia memang kuning. Berbeda dengan orang berkulit hitam seperti bangsa Afrika yang dikenal memiliki gigi putih.

Pada dasarnya, pemutihan gigi ini tidak bersifat permanen. Makanan yang dikonsumsi akan berpengaruh terhadap kondisi gigi. Biasanya, bila dirawat dengan baik maka hasil proses pemutihan gigi ini bisa bertahan satu tahun hingga lebih. Asalkan, mereka yang telah melakukan perawatan lebih memilah makanan yang dikonsumsi.

Kopi, teh, soda, serta makanan manis ada baiknya dihindari karena beberapa jenis makanan dan minuman ini mampu membuat gigi lebih cepat kuning. Selain menjaga makanan, rutinlah menyikat gigi setelah mengkonsumsi makanan.
Melakukan kontrol ke dokter setiap enam bulan sekali juga perlu dilakukan sebagai upaya mempertahankan kondisi gigi putih.

"Untuk proses pemutihan gigi hanya dilakukan pada gigi yang terlihat saat senyum atau smile line. Soalnya kalau keseluruhan gigi kan buat apa ya tidak terlihat juga. Prosesnya tidak lama, harganya juga terjangkau," kata dia.

Untuk efek samping yang sering terjadi setelah melakukan pemutihan gigi ini biasanya ada dua, yakni gigi menjadi lebih sensitif serta mengalami iritasi pada dinding-dinding mulut. Untuk gigi sensitif, biasanya terjadi pada tahapan awal setelah melakukan proses pemutihan gigi. Sedangkan untuk iritasi ini biasanya terjadi pada akhir tahapan.

(ES/AA)
  1. Info Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA