1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Gemar Nulis, Firman Pratama Ciptakan Metode Untuk Mengontrol dan Maksimalkan Pikiran

"Saya ingin membangun kesadaran bahwa manusia itu memiliki kemampuan yang lebih hebat dari smartphone yang paling pintar sekalipun".

Firman Pratama. ©2021 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Rabu, 17 November 2021 15:10

Merdeka.com, Bandung - Mengajar dan menulis adalah kegiatan yang sering kali dianggap sulit dan membosankan. Tidak semua orang memiliki kegemaran untuk mengajar dan menulis, padahal menulis itu memiliki manfaat besar.

Dilansir dari Journal of Consulting and Clinical Psychology, orang-orang yang senang menulis pada umumnya memiliki kondisi mental yang lebih baik daripada mereka yang tidak memiliki kebiasaan tersebut. Kesehatan mental tentunya akan memberi stimulasi yang positif pada tubuh.

Manfaat besar ini yang dilihat oleh pria kelahiran kota Blitar, Firman Pratama. Pria yang kemudian tumbuh hingga dewasa di Kota Bangkalan ini memiliki hobi sekaligus passion besar dalam hal mengajar dan menulis. Kegemarannya menulis sudah terlihat sejak usia bangku sekolah dasar, begitu juga dalam menjelaskan sebuah materi pelajaran. Dua skill ini yang membuat Firman selalu menjadi juara kelas dari bangku sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Bandung dan S2 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, ia mulai mengarahkan hobi menulisnya tentang bagaimana mengelola pikiran.

Sambil bekerja di industri telekomunikasi, ia terus mengasah kemampuan menulisnya di blog pribadinya firmanpratama.wordpress.com. Buku pertama yang dibuatnya, menjadi kejutan di dunia ilmu pikiran, buku Alpha Telepati sebuah metode yang menjelaskan secara ilmiah bagaimana cara untuk mempengaruhi pikiran orang lain dengan mudah.

Selain aktif menulis di blog, Firman juga terbilang aktif di Instagram dengan lebih dari 15 ribu follower. Di Instagram @firmanpratama_pakarpikiran terlihat ia sering membagikan konten tentang bagaimana mengelola pikiran supaya bisa dimanfaatkan untuk mencapai impian hidup manusia.

Pria yang juga menjadi dosen Informatika di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini juga memiliki channel YouTube Cahaya Kehidupan. Di channel YouTube-nya itu, Firman kerap menyampaikan ide-idenya dalam hal ilmu pengembangan diri.

Terkesan aneh memang, seorang dosen Informatika, praktisi di dunia telekomunikasi tapi juga gemar mengajar dan menulis tentang ilmu pikiran. Namun meski begitu, buku 10 Keajaiban Pikiran hasil karyanya menjadi buku yang banyak dibaca orang untuk mengenali bagaimana sesungguhnya Pikiran itu menjadi kunci keajaiban manusia.

"Saya ingin membangun kesadaran bahwa manusia itu memiliki kemampuan yang lebih hebat dari smartphone yang paling pintar sekalipun, karena selama ini banyak orang itu terkesan tidak berdaya karena belum mengenal keajaiban pikiran" kata Firman Pratama dalam keterangan persnya.

Tak hanya menulis artikel di blog pribadinya, membuat buku atau video untuk channel YouTube, Firman Pratama juga merupakan perumus sebuah metode untuk mengenali, mengontrol dan memaksimalkan pikiran.

Pria yang merupakan sosok ayah dari dua putri ini pun, telah mengajarkan metode yang diberi nama Alpha Mind Control atau juga disebut AMC tak hanya ke orang Indonesia saja. Negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam hingga Jepang, Korea Selatan, Qatar, Arab Saudi, Kuwait dan bahkan negara Eropa seperti Jerman.

Sang istri, yang juga seorang dosen ini mengaku tidak masalah dengan kegemaran suaminya, yang dikenal cukup kreatif dalam menulis.

Selain itu, Firman Pratama juga merupakan sosok yang suka membantu orang lain berkembang.
"Saya senang ketika melihat orang lain mengalami keajaiban dalam hidupnya, itu sungguh tidak ternilai," kata dia.

Firman Pratama akan terus menulis dan mengajar untuk membuat banyak orang menyadari betapa pentingnya pikiran yang sudah Tuhan berikan kepada kita ini. Ia pun membantu banyak pebisnis UMKM untuk memasuki dunia digital melalui konsultan IT yang dibangunnya. Mungkin tidak banyak orang yang seperti Firman Pratama ini, tapi pengalamannya bisa kita tiru sebagai pelajaran hidup.

(ES/ES)
  1. Bisnis
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA