1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi

"Kami juga mempersilahkan untuk melakukan kerjasama dengan tujuh politeknik".

Paristiyanti Nurwardani. ©2019 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 03 Oktober 2019 13:14

Merdeka.com, Bandung - Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) secara konsisten mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi atau politektik.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi atau politeknik adalah mengadakan seminar. Kali ini, seminar diadakan di Bandung dengan tajuk ‘Seminar Pengembangan Program Supply Chain Management for E-Commerce di Perguruan Tinggi’.

Direktur Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran, dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Paristiyanti Nurwardani mengatakan, seminar tersebut memiliki tujuan untuk mengembangkan program kapasitas pendidikan teknis untuk e-commerce dan pengembangan relevansi pendidikannya di bidang e-commerce dan e-logistic.

"Dengan adanya seminar ini saya berharap agar ini bisa menjadi wadah silaturahmi antar perguruan tinggi," ujar Paristiyanti saat ditemui disela-sela acara seminar di Savoy Homann Bidakara Hotel, Kamis (3/10).

Kemenristekdikti melalui Ditjen Belmawa melakukan pengembangan dalam peningkatan mutu Politeknik atau Pendidikan Vokasi sesuai dengan Permenristekdikti no. 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dalam seminar ini yang nantinya diperuntukkan bagi mahasiswa dan dosen Politeknik dan Pendidikan Vokasi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, seminar ini adalah bentuk pengembangan dari peran Kemenristekdikti melalui Ditjen Belmawa dalam peningkatan mutu Politeknik atau Pendidikan Vokasi sesuai dengan Permenristekdikti Nomot 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa dan dosen Politeknik dan Pendidikan Vokasi.

"Kami juga mempersilahkan untuk melakukan kerjasama dengan tujuh politeknik yang telah terlebih dahulu mengikuti pelatihan e-commerce dimana mereka sudah memiliki Master Trainer E-Commerce, dan juga dengan Republic Polytechnic, Singapura," harap Paristiyanti.

Terdapat lima poin tujuan yang disampaikan oleh Direktur Pembelajaran Paristiyanti dalam sambutannya, yaitu menyebarluaskan informasi tentang pentingnya e-commerce atau e-logistic sebagai bagian penting dari ekonomi digital.

Kedua, meningkatkan kapasitas manajemen rantai pasok para dosen dalam merancang kurikulum bidang e-commerce atau e-logistic dan menerapkannya dalam pembelajarannya bagi mahasiswa.

Ketiga, mengembangkan rancangan kegiatan belajar yang berfokus pada transformasi kurikulum dari kurikulum tradisional ke kurikulum pembelajaran aktif dalam program manajemen logistik rantai pasok, lalu memperoleh masukan tentang kebutuhan industri terkait e-commerce/e-logistic.

Terakhir, memperoleh masukan atau gagasan segar dari peserta tentang pengembangan kurikulum dan pembelajaran tentang e-commerce atau e-logistic di perguruan tinggi yang link and match dengan dunia usaha dan dunia industri.




(ES/AA)
  1. Info Kampus
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA