1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Demi Wujudkan 'Making Indonesia 4.0', Telkom Gandeng Perusahaan Asal Belanda

"Kami menargetkan semua pemain IoT berkolaborasi untuk mendorong transformasi digital dalam skala besar".

Lawrence Latham. ©2020 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Rabu, 28 Oktober 2020 08:02

Merdeka.com, Bandung - Demi mewujudkan visi 'Making Indonesia 4.0', PT Telkom Indonesia bekerjasama dengan operator jaringan global dalam teknologi IoT (Internet of Things) asal Belanda bernama Everynet BV. Kerjasama ini dilakukan guna melakukan perluasan struktur jaringan IoT.

CEO Everynet, Lawrence Latham mengatakan, sudah setahun belakangan ini pihaknya menjalin kerjasama dengan Telkom. Tujuannya tentu saja untuk memastikan kepatuhan penuh dengan persyaratan nasional yang ketat.

"Kami termasuk yang pertama mencapai persetujuan Kominfo, dan juga yang pertama menerapkan cakupan percontohan dan uji coba yang berhasil di Indonesia, yang kami lakukan di Jabodetabek dan Bali," kata Latham dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung.

Adapun platform IoT yang dijalankan Everynet yakni LoraWAN. Singkatan dari Long Range Wide Area Network, sebuah protokol terbuka yang diadopsi secara global guna memfasilitasi perangkat-perangkat IoT untuk saling berkomunikasi.

Everynet sendiri telah membuka cabang antara lain di Miami, London, Milan, Helsinki, dan Taipei, serta sebelumnya beraliansi dengan Nokia, AWS, American Tower, dan LoRa Alliance.

Menurut Latham, pihaknya merasa terhormat bisa bekerjasama terkait peran sentral Telkom dalam pasar telekomunikasi Indonesia.

"Everynet secara khusus merasa terhormat dapat dipilih sebagai mitra untuk berinvestasi, membangun dan mengoperasikan infrastruktur jaringan LoRaWAN nasional guna memungkinkan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia," paparnya.

Dengan host netral dan arsitektur teknis terbuka Everynet, serta model bisnis wholesale, Lawrence menilai kerjasama keduanya memungkinkan semua MNO, ASP, MSP & ISP di Indonesia menawarkan layanan IoT LoRaWAN yang kuat berbiaya rendah namun cepat untuk memperoleh pendapatan.

"Layanan tersebut akan memungkinkan pengguna akhir untuk mengumpulkan sejumlah besar data yang dihasilkan oleh sensor IoT, yang akan membantu mengambil keputusan yang cepat dan tepat pada banyak aspek kehidupan ekonomi dan sosial Indonesia," jelas Latham.

Sementara itu, Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia, Fajrin Rasyid mengatakan, kerjasama tersebut relevan dengan situasi pandemi sekarang yang menunjang sejumlah fenomena digital seperti less touch economy. Yakni seluruh aktivitas perekonomian berlangsung tanpa melalui tatap muka atau aktivitas fisik secara langsung.

Impelementasi IoT, sambungnya, selain menunjang aktivitas perekonomian, juga menunjang aktivitas lainnya dapat dilakukan secara daring, sehingga gilirannya bisa menciptakan smart city sebagai salah satu fondasi dari Making Indonesia 4.0.

"Kami senang dengan kerjasama ini karena ini bagian dari inovasi disruptif, bagaimana caranya kita tetap relevan seiring perkembangan zaman. Kita perlu terus melakukan inovasi disruptif sebelum di-disrupt industri atau perusahaan baru yang membuat perusahaan atau bisnis Telkom menjadi tidak relevan," papar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Head of IoT Telkom Indonesia yakni I Ketut Agung Enriko juga menjelaskan, kerjasama memungkinkan smart city makin meluas dengan aneka implementasi. Seperti pemantauan infrastruktur jarak jauh, mitigasi bencana alam, respons perawatan kesehatan terhadap COVID- 19, metering & smart grid, smart lighting, logistik pengiriman barang, dan banyak lagi.

"Menyediakan infrastruktur IoT dengan host netral ini akan menjadi langkah maju yang besar dan sejalan niat pemerintah mengaktifkan kota pintar dengan platform bersama. Dengan kerjasama ini, kami menargetkan semua pemain IoT berkolaborasi untuk mendorong transformasi digital dalam skala besar," terang Enriko.

"Telkom dan Everynet akan bekerja secara proaktif untuk mengembangkan ekosistem lokal pemasok IoT dan integrator sistem untuk menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan dan memajukan ekonomi nasional," tutupnya.

(ES/AA)
  1. Bisnis
  2. Jaringan Telekomunikasi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA