1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Catat Rekor ORI, 7 Ribu Siswa di Bandung Bermain Permainan Tradisional

"Permainan ini juga memiliki nilai olahraga. Sehingga bisa mereduksi kedekatan berlebih anak dengan ponselnya".

Siswa di Bandung. ©2019 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Rabu, 28 Agustus 2019 17:04

Merdeka.com, Bandung - Sebanyak 7 ribu lebih anak yang terdiri dari siswa Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandung mencatatkan rekor bermain permainan tradisional. Rekor ini tercipta dalam acara Festival Bandung Ulin yang digelar di Stadion Sidolig, Jalan Ahmad Yani, Rabu (28/8). Kegiatan ini mendapat penghargaan dari Original Rekor Indonesia (ORI).

Penghargaan ini diberikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung atas prestasi Penyelenggara Utama Permainan Tradisional Cingciripit, Surser dan Perepet Jengkol dengan peserta terbanyak di Indonesia.

Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, acara ini dapat mengenalkan kembali anak-anak era kini kepada permainan zaman dahulu yang memiliki nilai filosofis kebersamaan, tenggang rasa dan solidaritas.

"Permainan ini juga memiliki nilai olahraga. Sehingga bisa mereduksi kedekatan berlebih anak dengan ponselnya," ujar Yana, Rabu (28/8).

Ia berharap, permainan tradisonal ini tidak hilang ditelan zaman, karena dengan permainan tradisional, anak-anak akan merasa bahagia tanpa meninggalkan sisi sosialisasinya.

"Kalau anak-anak sekarang dengan permainan di gawainya. Mereka bahagia iya, senang iya, tapi nilai sosialisasinya hilang. Nah, ini yang harus kita hindari," papar Yana.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Hikmat Ginanjar menambahkan, sudah menjadi peran orang tua, guru, serta Disdik untuk memberikan rambu-rambu agar hadirnya teknologi informasi di dunia anak dapat menghasilkan lebih banyak manfaat.

"Misalnya dengan mengedukasi siswa akan permainan tradisional. Kalau kita lihat, permainan tradisional dalam acara ini mengandung banyak filosofis yang mengajarkan peserta didik cara bersosialisasi," kata Hikmat.

(ES/DR)
  1. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA