1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

9 bulan awal 2018, laporan keuangan Bank Danamon terus tumbuh

"Untuk laba bersih setelah pajak (NPAT) Bank Danamon di 9 bulan pertama tahun 2018 berada pada posisi stabil dibandingkan tahun sebelumnya".

Pinastika . ©2018 Merdeka.com Editor : Endang Saputra | Kamis, 08 November 2018 10:19

Merdeka.com, Bandung - Pada sembilan bulan awal tahun 2018 ini, PT. Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) menunjukkan laporan keuangan yang terus bertumbuh. Hal tersebut di antaranya didorong dengan tumbuhnya kredit untuk segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan consumer mortgage (Kredit Pemilikan Rumah atau KPR).

Regional Head Sales and Distribution Danamon Jabar, Pinastika mengatakan, kredit untuk segmen UKM dan consumer mortgage KPR terus bertumbuh, sementara pembiayaan kendaraan bermotor mulai membukukan pertumbuhan double digit dibandingkan setahun sebelumnya.

Struktur pendanaan bank juga terus membaik, lanjutnya, hal tersebut tercermin oleh komposisi Giro dan Tabungan (CASA) yang mencakup hampir dari setengah komposisi total pendanaan Bank Danamon.

"Untuk laba bersih setelah pajak (NPAT) Bank Danamon di sembilan bulan pertama tahun 2018 berada pada posisi stabil dibandingkan dengan setahun sebelumnya sebesar Rp 3 triliun," ujar Pinastika kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara bincang santai di Kapulaga Indonesian Bistro, Jalan Dayang Sumbi, Rabu (8/11).

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Tika ini menuturkan, sampai dengan kuartal ketiga tahun 2018, total portofolio kredit dan Trade Finance Bank Danamon tumbuh enam persen menjadi Rp 134,3 triliun, dibandingkan Rp 126,9 triliun pada periode yang sama tahun 2017.

Kredit di segmen Perbankan UKM tumbuh 11 persen menjadi Rp 30,5 triliun, sementara kredit KPR tumbuh 35 persen menjadi Rp 7,3 triliun. Dalam hal pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 12 persen secara setahunan menjadi Rp 49,7 triliun pada akhir bulan September 2018.

Pertumbuhan double digit ini didorong oleh pembiayaan baru yang tumbuh 14,8 persen untuk roda dua dan 22 persen untuk roda empat dari tahun sebelumnya. Hal ini kontras dengan kondisi pada periode yang sama tahun 2017, dimana pembiayaan baru untuk kendaraan roda dua turun 16 persen dan roda empat stagnan.

Di luar pembiayaan mikro, total portofolio kredit dan Trade Finance tumbuh 10 persen menjadi Rp 131,1 triliun dibandingkan setahun sebelumnya. Kemudian, Giro dan tabungan (keduanya disingkat CASA) naik tiga persen menjadi Rp 49,1 triliun.

Sedangkan rasio CASA membaik menjadi 49,1 persen dari 47,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya karena peningkatan rekening tabungan yang bersifat granular. Deposito tercatat turun tiga persen menjadi Rp 50,9 triliun. dimana Bank Danamon melakukan pelepasan dana mahal. Struktur pendanaan yang lebih baik ini menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah serta membangun fondasi yang baik untuk pertumbuhan kedepannya.

Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio atau CAR) tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank dikelompoknya. CAR konsolidasian berada pada posisi 22,3 persen sementara CAR bank only tercatat sebesar 23,1 persen.

"Sementara untuk pendapatan biaya atau fee income (tidak termasuk credit related fee), Bank Danamon tercatat pada Rp 935 miliar atau tumbuh sebesar 13 persen secara setahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh kontribusi net underwriting profit Adira Insurance yang tumbuh 25 persen menjadi Rp 447 miliar. Sementara fee income Bancassurance tumbuh 11 persen menjadi Rp 266 miliar," jelasnya.

Bank Danamon terus menjaga kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. Kredit dalam perhatian khusus membaik menjadi 10,8 persen dari 12,1 persen setahun sebelumnya.

Rasio kredit bermasalah (non-performing loans atau NPL) Bank Danamon menurun menjadi tiga persen di kuartal ketiga tahun 2018 dibandingkan 3,3 persen setahun sebelumnya. Rasio Biaya Kredit (cost of credit ratio) stabil pada tingkat 2,6 persen dan kredit yang direstrukturisasi terus menurun.

(ES)
  1. Perbankan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA