Pameran Seni Rupa Jawa Barat ditargetkan jadi hajat tahunan

Pameran Seni Rupa Jawa Barat
Bandung.merdeka.com - Jawa Barat terutama Bandung menjadi salah satu pusat seni rupa Indonesia. Sayangnya provinsi ini belum memiliki hajat rutin berupa pameran tahunan (annual) maupun (biennial).
Bahkan Jawa Barat kalah cepat dengan Padang dan Makassar yang sudah memiliki biennial. Dengan kondisi tersebut, Pameran Seni Rupa Jawa Barat Barat, Zona#1: Versi/Resepsi ditargetkan bisa menjadi annual. “Pameran ini mudah-mudahan jadi berkala tahunan,” kata Diyanto saat berbincang dengan Merdeka Bandung di sela pameran Zona#1: Versi/Resepsi di Thee Huis Gallery – Taman Budaya Jawa Barat, Jalan Bukit Dago Selatan, No.53 A, Bandung, Kamis (25/8).
Pameran tahunan penting bagi perkembangan seni rupa. “Tujuan kita dengan merancang ke annual ingin lihat raut seni rupa Jabar. Ini langkah awal atauembrio yang bisa gulirkan itu,” jelasnya.
Ia mengakui, tidak adanya hajat tahunan seni rupa di Jabar menjadi salah satu kegelisahan seniman. “Jabar selama ini gagal membangun itu. Malah di Makassar dan Padang sudah punya biennial. Poblem Jabar komplek. Mudah-mudahan pameran seni rupa Jawa Barat ini menjadi salah satu cara,” katanya.
Ke depan, pameran Seni Rupa Jawa Barat akan mengusung tema zona-zona lainnya. Sedangkan pada Zona#1: Versi/Resepsi ini diikuti 87 seniman dari berbagai tempat di Jawa Barat, mulai Subang, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Jatiwangi, Tasikmalaya, Garut dan lain-lain. “Ke depan akan ada zona 2, zona 3 dan seterusnya. Di zona 1 ini kita mengetengahkan isu keberagaman,” ujarnya.
Isu keberagaman lahir dari gagasan kritikus seni Indonesia Sanento Yuliman. Dalam catatan kurator pameran, Sanento mengemukakan pertanyaan bagaimana kita mesti paham jalan sejarah berbeda-beda dari berbagai tradisi seni rupa kita di tanah air?
“Yaitu tradisitradisi seni rupa yangmenunjukan kenyataan berbagai kebudayaan etnik, yang tumbuh di desa dan di kota, serta mencerminkan berbagai golangan dan lapison sosial. Bisakah kita terima seluruh versi tentang urutan-urutan nilai (estetis) yang berbeda-beda itu, dalam rangka menjelaskan jenis-jenis atau cabang-cabang seni rupa di Indonesia secara tertentu?"
Diyanto melanjutkan, dari catatan itulah pameran Zona 1 lahir. “Kita undang teman-teman seniman untuk menyampaikan versi dan persepsinya. Versi adalah artikulasi dari ruang dan berbagai praktik rupa di Jabar. Lalu persepsinya kita perlu mengadakan diskusi,” ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak