Perhatian pemerintah pada seni tari masih kurang


Nungki
Bandung.merdeka.com - Penari senior Nungki Kusumaastuti, mengatakan potensi seni tari di Indonesia sangat besar. Bandung, Jawa Barat, menjadi daerah yang potensi tarinya tinggi. Sayang, seni tari belum mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan, terutama pemerintah.
"Bakatnya luar biasa, tapi bakat itu emang kurang menjadi optimal kalau tidak tertangani," ungkap Nungki, saat berbincang dengan Merdeka Bandung baru-baru ini.
"Kendalanya banyak sekali. Dan seni pertunjukan, teater, tari musik tidak terlalu mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah, sehingga tidak banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya jadi penari profesional," ujar dosen sejarah tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini.
Banyak penari lulusan sanggar atau seni tari kemudian kariernya kandas setelah menikah. Tari masih dipandang tidak memberikan kehidupan khususnya dari sisi keuangan. Seni tari hanya sebagai kebanggaan dan kepuasan yang akhirnya tak menjadi apa-apa.
Dengan kondisi tersebut, seni tari perlu mendapat pengakuan dari masyarakat. Semakin mendapat apresiasi, seni tari akan semakin hidup. Kondisi saat ini, kata dia, seni tari memang ada penontonnya, namun masih gratisan.
"Kalau yang berbayar susah (sedikit penontonnya)," kata pemeran Mami Arifin dalam sitkom Saya Terima Nikahnya di sebuah televisi swasta ini.
Di sisi lain, sambung dia, kesempatan untuk menjadi penari profesional masih sulit. Untuk mencetak penari profesional, kata dia, diperlukan workshop-workshop yang konsisten dan dilakukan banyak lembaga.
Workshop tari merupakan tempat menggodok calon penari menjadi penari. Lewat workshop, calon penari akan mendapatkan ilmu dan pengalaman berharga.
Ia menjelaskan, workshop yang diberikan pada calon penari tidak bisa hanya digelar sehari dua hari. Menurut dia, minimal 10 hari agar calon penari mengalami proses cukup matang. Di akhir workshop harus ditutup dengan pementasan yang disaksikan publik.
Nungky sendiri aktif menyelenggarakan worshop di Indonesia Dance Festival (IDF), salah satu event tari tertua di Indonesia. Tentu mencetak penari hebat tidak hanya bisa mengandalkan satu kelompok.
"Harus banyak kelompok yang menyelenggarakan workshop tari, jangan hanya IDF saja, harus banyak yang lainnya karena penari-penari kita itu banyak sekali, calon-calon koreografer itu banyak sekali, dan tidak mungkin hanya ditampung satu kelompok," paparnya.
Salah satu workshop tari yang patut diapresiasi adalah pertunjukan 'Menjaring Bulan' yang digelar Bengkel Tari AyuBulan di NuArt Sculpture Park, Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Menurut dia, workshop seperti ini harus konsisten digelar oleh kelompok-kelompok tari lain di Indonesia.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak