1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

Mengenal odapus, kehamilan para pengidap lupus

"Perencanaan kehamilan perlu diatur. Kehamilan diatur pada saat aktivitas lupus paling rendah," kata Andri.

Ilustrasi ibu hamil. ©2016 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Minggu, 22 Mei 2016 10:01

Merdeka.com, Bandung - Tak sedikit orang bertanya-tanya, apakah ada hubungannya antara kehamilan dengan lupus? Jawabannya, ya. Kehamilan pada odapus, sebutan bagi pengidap lupus, merupakan kehamilan beresiko tinggi.

Meski memiliki resiko tinggi, bukan berarti para odapus tak boleh hamil. Odapus umumnya diperbolehkan hamil, namun harus diperhatikan betul kondisi fisiknya. Dibolehkan asal pada kondisi penyakit yang stabil, tanpa keluhan, atau terkontrol dengan obat-obatan dosis rendah.

Dokter pemerhati Lupus dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Andri Reza Rahmadi, menjelaskan bahwa wanita muda dengan lupus dapat mengalami infertilitas dan keguguran, tetapi tidak sedikit penderita dapat mempunyai anak dengan aman.

"Perencanaan kehamilan perlu diatur. Kehamilan diatur pada saat aktivitas lupus paling rendah, kehamilan pada lupus dapat dijalani dengan aman dan tidak perlu dicegah kecuali menderita lupus yang berat dimana terdapat gangguan berbagai alat tubuh," ujar Andri kepada Merdeka Bandung.

Pada saat hamil, kata dia, terdapat obat-obat lupus yang perlu dihindari, seperti cyclophosphamide, cyclosporine dan mofetil mycophenolate. Meskipun dapat terjadi perburukan lupus pada awal kehamilan dan saat persalinan tetapi lupus tersebut dapat dikontrol.

"Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan diri secara berkala pada dokter kandungan dan 'dokter lupus'," kata Andri.

Komplikasi yang mungkin terjadi saat hamil adalah keracunan kehamilan seperti bengkak, tekanan darah tinggi, lahir prematur, abortus, atau kelainan kongenital bahkan kematian janin.

(MT/AA)
  1. Kesehatan
  2. Info Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA