1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

ASI tak mau keluar jangan panik dulu, ada penjelasan ilmiahnya

Mari simak petikan wawancara Merdeka Bandung dengan Konselor Menyusui, dr. Laila A.

Konselor Menyusui, dr. Laila A. . ©2016 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Jum'at, 15 Januari 2016 16:20

Merdeka.com, Bandung -  Pertanyaan, "kenapa ASI saya sedikit ya?" atau keluhan, "saya belum menyusui karena ASI belum keluar", mungkin pernah Bunda alami saat baru saja melahirkan dan mau menyusui buah hati. Tapi jangan panik dulu. Ketahuilah, sebenanrnya di balik semua kerisauan para Bunda, Tuhan telah menyiapkan semua makanan terbaik sejak bayi berada di dalam kandungan, yaitu Laktogenesis.

Apa itu Laktogenesis? Laktogenesis sendiri berarti pembentukan ASI yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu laktogenesis I, II dan III. Lalu bagaimana tahapan memproduksi ASI? Mari simak petikan wawancara Merdeka Bandung dengan Konselor Menyusui, dr. Laila A.

Laktogenesis I

Pada tahap ini, pembentukan ASI dimulai ketika seorang ibu memasuki trimester ke-3 kehamilan atau sekitar usia kehamilan 25-26 minggu. Ditandai dengan keluarnya kolostrum yaitu cairan emas berwarna kekuningan yang berisi zat imunitas atau kekebalan tubuh, vitamin dan mineral dari kelenjar payudara. Tetapi jumlah dan pembentukannya masih dikontrol dan dikendalikan oleh hormon progesteron atau yang disebut neuro-endocrine hingga waktunya bayi lahir atau pada saat awal Laktogenesis II.

Inilah yang menyebabkan ada beberapa ibu yang sudah dapat mengeluarkan kolostrum saat sebelum bayi lahir. Tapi bagi Ibu yang belum dapat mengeluarkan ASI matang setelah bayi lahir, jangan berkecil hati. Kolostrum tetap terbentuk namun hormon-hormon tersebut masih belum stabil dan hanya sesaat karena setelah bayi lahir dan plasenta keluar, progesterone akan mengalah dan menurun kadarnya. Hormon prolaktin atau hormon khusus yang mengatur pembentukan ASI. Inilah tanda mulainya tahap Laktogenesis II. Jadi tidak benar bila ada yang menyebutkan ASI belum keluar.

Sungguh kuasa Tuhan begitu besar, karena bayi baru lahir memiliki ukuran lambung hanya sebesar kelereng. Namun sanggup bertahan pada 2-3 hari awal kelahiran hanya dengan beberapa tetes kolostrum karena memang itu yang dibutuhkan.  
 
Laktogenesis II

Tahapan ini dimulai ketika bayi dan plasenta keluar dari rahim Ibu. Dan beberapa jam atau umumnya sekitar 2-3 hari setelah melahirkan. Hormon-hormon seperti progesterone dan estrogen yang menurun akan membuat prolaktin dengan bebas membentuk ASI.

Pada tahap ini Ibu dapat merasakan kondisi payudara terisi secara penuh karena produksi ASI sudah meningkat drastis dan kolostrum sedikit demi sedikit akan berubah menjadi ASI matang. Hal ini yang terkadang membuat para ibu cemas mengapa agak “lambat keluar”.

Perlu diketahui bahwa dalam payudara, ada yang disebut Prolaktin Reseptoratau penerima hormon Prolaktin. Penerima ini akan terus bekerja sebagai pengenal prolaktin dan mengontrol agar prolaktin tetap memproduksi ASI. Jadi bila ibu tetap menyusui bayinya sesering mungkin, produksi ASI akan tetap terjaga. Dan sebaliknya bila tidak meyusui sesering mungkin maka penerima prolaktin tidak akan bekerja dan akan membuat merasa dirinya tidak terpakai. Itulah penyebab mengapa pembentukan ASI akan menurun dan terhenti.
 
Laktogenesis III

Setelah tahap I dan II selanjutny adalah  laktogenesis III.  Dikenal juga sebagai galaktopoiesis yang terus memproduksi ASI matang hingga waktunya bayi selesai menyusui yaitu 2 tahun. Pada tahap ini produksi ASI matang akan sangat dipengaruhi oleh frekuensi menyusui atau yang dikenal “Supply and Demand”, yaitus emakin sering bayi menyusu atau ibu memerah payudara maka payudara akan semakin meningkatkan “semangatnya” untuk memproduksi ASI.

Bunda, semoga setelah mengetahui proses terbentuknya ASI tak ada lagi rasa ragu atau khawatir tak bisa menyusui si buah hati. Mari tingkatkan angka menyusui di Indonesia, salam ASI!

(FF/AA)
  1. Perempuan
  2. Info Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA