Tips belanja di pasar motor bekas Bandung

Oleh Mohammad Taufik pada 10 Desember 2015, 17:00 WIB

Bandung.merdeka.com - Jalan Ciateul, populer disebut Jalan Inggit Garnasih, selama ini dikenal sebagai pusat penjualan motor bekas (second) terbesar di Bandung. Peminat motor bekas di bursa motor bekas ini tidak kalah ramai dengan pasar motor baru.

Pasar motor bekas Ciateul berada di tengah kota. Deretan motor bekas bisa ditemui di sepanjang Jalan Ciateul, tepatnya setelah perempatan Jalan Cianteul-Pungkur sampai perempatan Ciateul-Otto Iskandar Di Natta.

Di sana mudah ditemui motor-motor yang berjajar di pinggir jalan di bawah pohon maupun di dalam showroom. Kendaraan roda dua yang dijual umumnya menghadap ke jalan, agar bisa memamerkan kepala dan tubuhnya yang mulus dan terawat.

Pantauan Merdeka Bandung, pagi hari begitu perdagangan baru dimulai, sejumlah pedagang sibuk memarkir motor untuk dipajang, menggosok tubuh motor dengan shampo agar tampil mengkilat, ada juga nampak memasang body motor yang selesai disemprot dengan cat.

Dadi Mulyadi, 42 tahun, salah satu pedagang motor bekas, mengatakan saat ini penjualan motor bekas agak lesu. Sebab jumlah barang kurang dan pembeli yang lebih banyak lari ke motor baru. "Tapi kalau pembeli sih tiap minggunya selalu ada," katanya, saat berbincang dengan Merdeka Bandung, Senin (26/10).

Menurut dia, ramai tidaknya pasar motor bekas sangat dipengaruhi persediaan barang. Jika barang yang dicari konsumen jumlah persediaannya banyak, maka pasar motor bekas akan ramai. Untuk mendapatkan barang tersebut tidak mudah, karena Dadi dan kawan-kawan berusaha menawarkan barang berkualitas.

Kualitas tersebut bukan hanya soal mesin motor yang masih tangguh, body motor yang masih mulus, tetapi harus memiliki kelengkapan surat-surat. Dengan kata lain, Dadi Cs tidak menjual motor gelap. "Kita juga kasihan sama konsumen, kita harus menyajikan barang terbaik meski bekas," ujar pria kelahiran Bandung yang sudah empat tahun menggeluti bisnis motor bekas.

Konsumen motor bekas biasanya yang memiliki budget terbatas. Misalnya hanya memiliki uang Rp 3 juta, maka bisa mendapatkan motor Suzuki Smash atau Honda Grand. Namun kini dengan budget terbatas pun bisa mendapatkan motor dengan harga di atas Rp 3 juta.

"Ya kalau ada konsumen sudah tanggung jatuh cinta, kita arahkan ke koperasi. Jadi nanti diselesaikan secara kredit, prosesnya bisa cepat, sehari motor bisa langsung dibawa," katanya sambil menunjukkan koperasi yang menerima kredit motor yang masih terletak di Jalan Ciateul.

Ia menjelaskan, persyaratan kredit di koperasi tersebut tidak ribet seperti di BPR atau bank lain, yang biasanya bisa berlangsung sampai dua hari. "Kalau di koperasi ini cepat, persyaratan bisa diurus sehari saja. Cicilannya ringan prosesnya gampang," katanya.

Dalam seminggu, ia biasa mengeluarkan 3 unit motor. Jika sedang ramai bisa sampai 5 unit. Mengenai harga, ia mengaku tidak mengambil untung lebih dari Rp 500 ribu. Soal harga juga tergantung jumlah persediaan barang.

"Jika di penjual lain tidak ada barang yang di kita, kita bisa bertahan atau menaikkan. Tapi jika barang tersebut banyak di yang lain, ya itu mah faktor milik biasanya," terangnya.

Yang jelas, sambung dia, ia mengklaim harga yang ditawarkan seimbang dengan kualitas. Ia membantah jika harga motor bekas di Ciateul sudah pasti lebih murah. Bahkan bisa dibilang lebih mahal jika dibandingkan dengan pasar online.

Ia menuturkan, ada konsumen yang membandingkan harga motor bekas di sebuah pasar online, ia pun menyarankan konsumen tersebut agar mengecek terlebih dahulu barang tersebut dan membandingkan dengan barang di Ciateul. "Ternyata keterangan di gambar berbeda dengan aslinya, malah jauh sekali. Nah di online justru kejadian itu sering," tuturnya.

Sedangkan di sini Ciateul, sambung dia, pihaknya terbuka apa adanya. "Di sini silakan dilihat-lihat dulu, santai saja supaya enak memilih dan memikirkannya. Bisa dicoba dulu mesin dan jalannya," katanya.

Khusus bagi yang mau mencoba, kata dia, konsumen harus mau diawasi secara ketat. Misalnya jika konsumen datang sendirian dan ingin mencoba, maka si pedagang akan ikut dalam uji coba tersebut.

"Karena di sini pernah kejadian, yang nyobain bawa kabur motor. Sedangkan motornya sendiri ditinggal di sini. Eh ternyata motor itu motor curian juga," tuturnya seraya tertawa.

Tag Terkait