Ada tempat nongkrong asyik di Jalan Dipatiukur, namanya Kafe District

Oleh Mohammad Taufik pada 21 Januari 2018, 16:57 WIB

Bandung.merdeka.com - Hadir sejak 1 Desember 2017 lalu, Kafe District kini menjadi tempat nongkrong anyar di Jalan Dipatiukur Nomor 40. Konsep tempat yang ciamik menjadikan Kafe District tak pernah sepi pengunjung. Terlebih lokasinya di lantai tiga, membuat pengunjung betah berlama-lama sambil menikmati pemandangan kota.

Kafe District sebenarnya bukan tempat makan anyar, soalnya sejak 2015 telah hadir di Jalan Bungur. Namun, sejak kepindahannya pada Desember silam membuat tempat makan yang menyuguhkan beragam olahan keju mozarela sebagai andalannya ini semakin dikenal.

Kasir District Aditya Sukma, mengatakan tempatnya bekerja itu mengedepankan konsep kafe, sehingga mendesainnya menjadi sangat nyaman. Material kayu pada dinding, meja, serta kursi, digunakan untuk mempercantik tempat ini.

"Konsepnya lebih ke kafe dengan menyuguhkan makanan ala western sebagai mayoritas, meskipun gitu juga kita punya makanan Indonesia tapi memang tidak terlalu banyak," ujar Adit kepada Merdeka Bandung, Minggu (21/1).

Kafe hadir dalam dua lantai bangunan. Pada bagian bawah ditujukan bagi mereka yang tak merokok. Sedangkan area balkon serta rooftop ditujukan bagi mereka yang merokok karena area ini terbuka. Khususnya pada bagian paling atas District, pengunjung bisa menyantap makanan sembari menikmati semilir angin.

Pada beberapa bagian dinding terdapat sebuah mural seorang wanita yang digambar dengan begitu apik. Ada banyak sudut yang bisa dijadikan tempat foto khususnya bagi para kawula muda yang datang ke sini.

Mampu menampung sekitar 100 orang, District menawarkan menu yang tak hanya lezat dilidah namun juga sedap dipandang. Beberapa menu yang wajib dicoba adalah Melted Cheesy Rice, Beef Tournedos, Melted Cheesy Pasta, serta Tahu Cabe Garam.

"Kebanyakan menunya pakai keju mozarela, jadi kalau pecinta keju wajib datang ke sini," katanya.

Hadir di Jalan Dipatiukur, District menawarkan makanan dengan harga terjangkau. Dibanderol mulai Rp 20 ribu hingga Rp 60 ribu untuk makanan, dan Rp 6 ribu hingga Rp 50 ribu untuk minuman.

Penasaran? Langsung saja datang ke District. Tempat ini buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 23.00 WIB untuk hari biasa dan tutup pukul 12 malam pada akhir pekan.

Kesegaran red velvet bercampur keju

Ada minuman unik yang disuguhkan oleh District Eatery and Coffee, yakni Red Velvet Cheese Wafer. Pada dasarnya ini merupakan minuman yang dibuat dari serbuk red velvet, namun ada penambahan wafer keju pada proses pembuatannya.

Aditya Sukma mengimbuhkan, kehadiran wafer keju pada minuman ini berhasil memberikan sensasi anyar kala menyeruput segelas red velvet. "Jadi kayak ada gurih-gurihnya gitu dari keju karena kita pakai wafer keju yang diblender bersamaan dengan red velvetnya," ujarnya.

Segelas Red Velvet Cheese Wafer dibuat dari serbuk red velvet, wafer keju, susu segar, serta es krim pada bagian atasnya. Sehingga rasa yang tersuguh adalah creamy, manis, namun ada sedikit rasa gurih khas keju.

"Segar minumannya dan beda ya dari biasanya. Red velvet memang sudah banyak tapi di sini wajib dicoba," tuturnya.

Dibanderol dengan harga Rp 25 ribu, segelas Red Velvet Cheese Wafer wajib untuk dicoba. Terlebih kala cuaca tengah terik, segelas red velvet mampu menuntaskan dahaga.

Tag Terkait