Pentingnya Aplikasi Stok Barang Sederhana Untuk Toko Kelontong

Oleh Endang Saputra pada 17 September 2021, 21:08 WIB

Bandung.merdeka.com - Beberapa bulan lalu, salah satu pasar tradisional di Jawa Timur terbakar habis. Salah seorang pedagang mengeluhkan bahwa tidak hanya barang dagangan yang terbakar, tetapi juga catatan keuangan yang ditulis manual di dalam buku juga ikut hangus.

Akibatnya, tidak ada satupun data utang-piutang dan data jumlah barang yang baru masuk dari pemasok bisa terselamatkan sehingga pedagang tersebut tidak tahu berapa jumlah kerugian yang harus dia derita.

Luthfi Zulkifli sebagai finance & accountant mengatakan, salah satu alasan mengapa aplikasi stok barang sederhana penting untuk dipakai pada setiap skala bisnis termasuk bisnis toko kelontong.

"Toko kelontong adalah toko-toko yang menyediakan kebutuhan sehari hari seperti beras, sayur, snack dan lain sebagainya," kata Luthfi dalam keteranga persnya.


Menurutnya dalam banyak kasus, pemilik toko ini kurang paham mengenai pentingnya keamanan data untuk pengembangan bisnis sehingga mereka hanya menyimpan data transaksi toko mereka menggunakan buku catatan.

"Jadi, ketika terjadi musibah seperti contoh di atas, data yang mereka simpan akan hilang bersama dengan toko mereka," ujarnya.

Ada beberapa manfaat aplikasi stok barang sederhana untuk toko kelontong, selain meminimalisir resiko akibat bencana, berikut ini manfaat aplikasi stok barang sederhana untuk toko kelontong.

Pertama, kata Luthfi aplikasi stok barang sederhana membantu untuk mengembangkan bisnis dengan cara yang praktis.

"Salah satu ciri khas toko kelontong adalah satu pemilik mengerjakan semua pekerjaan mulai dari jadi kasir, customer service, sampai petugas gudang. Akibatnya, mereka tidak memiliki waktu lebih untuk belajar cara mengembangkan bisnis," ujarnya.

Kata Luthfi dengan menggunakan aplikasi stok barang yang didesain sederhana dan mudah dipahami, pekerjaan mereka akan menjadi lebih ringan jadi mereka memiliki waktu lebih untuk belajar. Belum lagi, salah satu fitur utama aplikasi stok barang adalah fitur pelaporan otomatis yang tentunya akan membuat pemilik dapat tahu lebih cepat tentang kinerja bisnis.

Kedua, kontrol pesanan barang dari marketplace lebih mudah. Saat ini, sudah banyak toko kelontong yang memasarkan dagangan mereka melalui marketplace atau melalui grabmart dan lain sebagainya.

"Karena satu pertimbangan dan lainnya, seringkali harga yang ditawarkan di pasar online berbeda dengan harga yang ditawarkan secara offline," kata Luthfi.

Tidak jarang perbedaan ini membingungkan pemilik toko kelontong itu sendiri. Jika Anda adalah salah satu pemilik toko kelontong tersebut, maka ada baiknya, Anda menggunakan aplikasi stok barang sederhana yang bisa digabungkan dengan marketplace.

Contoh aplikasi stok barang sederhana yang memiliki fitur ini adalah Jurnal by Mekari. Dengan menggunakan website atau aplikasi mobile Jurnal, Anda bisa langsung menggabungkan aplikasi stok barang Anda dengan Shopee dan Tokopedia.

Ketiga, kata Luthfi aplikasi ini bisa membantu Anda menekan biaya. Tentu Anda tahu bahwa toko kelontong adalah toko yang menyediakan bahan kebutuhan sehari-hari seperti, beras, sabun mandi, aneka snack dan lain sebagainya.

"Entah disadari atau tidak, barang-barang tersebut adalah barang yang memiliki tanggal kadaluarsa," ujarnya.

Apabila barang-barang tersebut telah sampai atau mendekati tanggal kadaluarsanya, artinya barang-barang tersebut sudah tidak layak untuk dijual. Jika barang tersebut tidak dijual, maka akan merugi sebab membeli barang tersebut menggunakan moda.

"Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda akan tahu lebih mudah manakah barang-barang yang paling laris dan harus di restock sebanyak mungkin dan barang manakah yang sama sekali tidak terjual sehingga tidak perlu di restock," kata Luthfi.

"Dengan demikian, barang dagangan di toko Anda tidak akan menumpuk sampai basi dan Anda tidak perlu menanggung biaya membeli barang yang tidak laku dijual," sambungnya.

Keempat, lanjut Luthfi menggunakan aplikasi lebih aman daripada menggunakan buku tulis
seperti yang disebutkan di atas, banyak toko kelontong yang saat ini masih menggunakan buku tulis untuk mencatat transaksi.

"Padahal, buku tulis sangat rawan hilang, terbakar atau tenggelam," kata Luthfi.

Keamanan data di aplikasi stok barang relatif lebih aman daripada menggunakan buku tulis. Ini karena data transaksi akan disimpan di server berteknologi tinggi atau clouds. Ketika data tersebut hilang karena apapun, data tersebut masih bisa dikembalikan melalui teknologi digital forensik.

Kelima, stock opname jadi lebih mudah. Stock opname adalah proses saat menghitung barang yang tersedia di gudang dan di toko untuk kemudian dicocokkan data jumlah barang tersebut dengan catatan transaksi.

"Proses ini penting untuk memastikan bahwa jumlah barang yang belum terjual sama dengan jumlah barang yang ada di toko atau di gudang,"imbuhnya.


Apabila, kata Luthfi masih memakai buku tulis untuk mencatat semua transaksi,tentu membutuhkan buku tulis dengan jumlah banyak. Tapi, apabila menggunakan aplikasi stok barang, hanya perlu membawa handphone atau laptop.

"Selain praktis,juga dapat lebih mudah memasukkan data barang yang tidak sesuai dengan tanpa perlu corat-coret jadi catatan jumlah barang akan lebih rapi dan enak dilihat," kata dia.

Keenam, kata Luthfi aplikasi stok barang bisa digabung dengan aplikasi lain. Tidak Cuma dengan marketplace, aplikasi stok barang juga bisa digabung dengan aplikasi kasir, mobile banking, dompet digital, aplikasi akuntansi dan aplikasi sales force automation.

"Ini akan memudahkan Anda jika Anda perlu melakukan banyak pembayaran atau menerima uang secara online,"ungkapnya.

Khusus untuk penggabungan dengan aplikasi sales force automation, juga bisa memesan barang ke toko induk secara online dan tahu sedang dimana sopir yang mengantar barang pesanan.

Tag Terkait